Sebanyak 821 siswa Sekolah Prestasi SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) mengenakan kostum berbahan bekas dalam Pawai Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026). Kegiatan bertema “Green and Clean Kostum Daur Ulang” tersebut menjadi sarana perayaan kemerdekaan sekaligus edukasi kepedulian lingkungan.
Pawai yang dimulai pukul 07.00 WIB itu menampilkan beragam kreativitas siswa. Mereka mengenakan busana yang dibuat dari berbagai bahan bekas dan material yang tersedia di sekitar, seperti kertas koran, dedaunan kering, hingga plastik kemasan.
Berbagai material tersebut diolah menjadi kreasi busana untuk dikenakan dalam pawai. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, terdiri atas 821 siswa serta 75 guru dan karyawan. Orang tua siswa turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Kepala SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Mursiah, S.Ag., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-81, SD Muhlas mengadakan karnaval dengan tema Green and Clean Independence. Kami terus mendukung dan mengedukasi diri bahwa SD Muhlas tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga berbekal visi berwawasan lingkungan,” ujarnya.
Menurut Mursiah, lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk menumbuhkan kesadaran siswa dalam menjaga alam sejak dini. Pemanfaatan bahan bekas dalam pembuatan kostum menjadi salah satu cara untuk mengenalkan siswa pada upaya mengurangi penggunaan barang sekali pakai sekaligus mengembangkan kreativitas.
“Kesadaran akan lingkungan sangat penting untuk masa depan. Perlu keberlanjutan dalam merawat alam dan lingkungan sekitar. Kostum-kostum yang dikenakan hari ini memanfaatkan bahan-bahan di sekitar kita, ada yang dari daur ulang limbah, kertas, hingga dedaunan,” imbuhnya.
Edukasi Lingkungan melalui Kreativitas
Pawai berlangsung dengan suasana meriah. Para siswa tampil mengenakan kostum hasil kreasi masing-masing kelas. Selain menunjukkan kreativitas, penggunaan material bekas dalam busana menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan sekolah mengenai kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan perlombaan busana dan yel-yel terbaik. Perlombaan dibagi menjadi dua kategori, yakni jenjang kecil yang terdiri atas kelas I, II, dan III serta jenjang besar yang terdiri atas kelas IV, V, dan VI.
Melalui perlombaan tersebut, siswa mendapatkan ruang untuk bekerja sama dalam menyiapkan kostum dan yel-yel bersama teman sekelas. Proses tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kekompakan.
Selain siswa, guru dan karyawan turut terlibat dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI. Keterlibatan seluruh warga sekolah menjadikan kegiatan tidak hanya sebagai agenda siswa, tetapi juga sebagai momentum membangun kebersamaan di lingkungan SD Muhlas.
Mursiah berharap peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan.
“Melalui semangat kemerdekaan ini, kami berharap para siswa dapat menyambut HUT RI dengan riang gembira sekaligus mengaktualisasikan diri sebagai generasi penerus yang kreatif, berprestasi, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan,” pungkasnya.
Pawai dengan kostum berbahan bekas tersebut menjadi salah satu cara SD Muhlas memadukan peringatan kemerdekaan dengan pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan. Melalui kegiatan yang melibatkan siswa, guru, karyawan, dan orang tua, sekolah berupaya membangun kebiasaan kreatif sekaligus menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments