Hari kedua Pelatihan dan Workshop Penguatan Layanan TPA Aisyiyah berlangsung penuh semangat pada Ahad (25/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur ini menjadi momentum bagi para pengelola dan pendidik Taman Penitipan Anak (TPA) Aisyiyah untuk meningkatkan kompetensi dalam memberikan layanan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini.
Kegiatan diawali sejak dini hari dengan salat tahajud berjamaah, dilanjutkan kultum, salat Subuh berjamaah, dan zikir pagi. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan olahraga dan latihan pernapasan, sebelum peserta melanjutkan aktivitas dengan sarapan, bersih diri, serta persiapan mengikuti materi.
Tepat pukul 08.00 WIB, peserta mengikuti materi Pengelolaan TPA yang mencakup perencanaan dan kurikulum layanan, pengorganisasian kegiatan harian, pengelolaan lingkungan dan sumber belajar, pengasuhan serta Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), pemantauan dan evaluasi, hingga penguatan kemitraan.
Materi berlangsung interaktif melalui diskusi dan berbagi pengalaman. Peserta juga menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di lembaga masing-masing. Rangkaian kegiatan ditutup dengan post-test guna mengukur pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan.
Pendidik TPA Harus Ikhlas dan Sabar
Koordinator Bidang Majelis PAUD Dasmen, Dra. Siti Asmah, M.Pd., menekankan pentingnya ketulusan, kesabaran, dan perhatian dalam menjalankan tugas sebagai pendidik di TPA.
“Guru-guru TPA diharapkan selalu ikhlas, sabar, dan memberikan perhatian kepada anak-anak yang dititipkan di lembaga. Anak-anak membutuhkan pendampingan yang penuh kasih sayang agar mereka merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengasuhan yang baik,” pesannya.
Menurutnya, menjadi pendidik TPA bukan sekadar menjalankan tugas menjaga anak selama orang tua bekerja. Lebih dari itu, pendidik memiliki tanggung jawab untuk mendampingi tumbuh kembang anak melalui pengasuhan yang berkualitas, lingkungan yang aman, serta stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Keikhlasan dan kesabaran menjadi bekal penting bagi pendidik dalam menghadapi beragam karakter dan kebutuhan anak. Dengan perhatian yang diberikan secara konsisten, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Siap Mempraktikkan Ilmu yang Diperoleh
Salah satu peserta, Dwi Intasari, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan mengikuti pelatihan selama dua hari tersebut. Berbagai materi dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kualitas layanan di lembaganya.
“Saya akan berusaha mempraktikkan semua ilmu yang telah didapatkan selama dua hari pelatihan ini. Semoga apa yang kami pelajari bisa diterapkan di lembaga masing-masing dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas layanan TPA,” ungkapnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi dapat diwujudkan dalam praktik pengasuhan dan pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, manfaat pelatihan dapat dirasakan secara langsung oleh anak-anak maupun orang tua yang mempercayakan pengasuhan putra-putrinya kepada TPA Aisyiyah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengelola dan pendidik TPA Aisyiyah semakin kompeten, profesional, dan berkomitmen dalam menghadirkan layanan pendidikan serta pengasuhan anak usia dini yang berkualitas, ramah anak, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Semangat belajar, keikhlasan dalam mengabdi, serta komitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan menjadi modal penting dalam memperkuat peran TPA Aisyiyah sebagai ruang pengasuhan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi generasi masa depan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments