Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) meluluskan apoteker pertama melalui Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK). Pencapaian ini ditandai dengan Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker Periode I di Gedung At Tauhid Tower Lantai 13 Umsura, Sabtu (24/10/2026).
Hadir dalam acara tersebut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. KH Saad Ibrahim, Rektor Prof. Dr. Mundakir, S.Kep, Ns, M.Kes, FISQua, Dekan FIK Umsura Dr. Dede Nasrullah., S.Kep, Ns, M.Kep, perwakilan kolegium dan organisasi profesi, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, sivitas akademika, serta tamu undangan dari institusi wahana praktik..
Menurut Dede Nasrullah, lahirnya apoteker pertama ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan kefarmasian di Umsura.
“Para lulusan tidak hanya dituntut menguasai kompetensi profesional, tetapi juga menjaga integritas, memegang teguh etika profesi, dan mengutamakan keselamatan pasien dalam setiap praktik pelayanan kefarmasian,” katanya.
Dede menuturkan, pengucapan sumpah merupakan tahapan penting sebelum para lulusan menjalankan tanggung jawab profesionalnya di tengah masyarakat.
Mereka diharapkan mampu memberikan pelayanan kefarmasian yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
“Kami bangga atas pencapaian Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker yang untuk pertama kalinya mengantarkan lulusan hingga tahap pengucapan sumpah profesi,” tutur Dede.
Kata dia, capaian ini menjadi tonggak penting sekaligus motivasi bagi fakultas untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kefarmasian, pembelajaran praktik, dan kemitraan dengan berbagai institusi pelayanan kefarmasian,” katanya
Sementara itu Rektor Umsura Prof. Mundakir dalam sambutannya mengingatkan para lulusan agar menjaga amanah profesi dan terus meningkatkan kompetensi.
Dia juga menekankan pentingnya menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas dalam setiap praktik kefarmasian.
“Kompetensi profesional harus berjalan seiring dengan integritas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan,” katanya.
Dia menambahkan, para apoteker lulusan Umsura diharapkan turut berkontribusi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Apt. Aldi Maygata Pradana, S.Farm, perwakilan mahasiswa, menyampaikan sambutan yang merepresentasikan rasa syukur dan kebanggaan para lulusan atas perjalanan pendidikan yang telah mereka tempuh.
“Bagi kami, pengucapan sumpah bukan sekadar seremoni akademik, tapi menandai dimulainya tanggung jawab sebagai tenaga profesional yang harus memberikan pelayanan kefarmasian secara aman, bermutu, dan mengutamakan kepentingan pasien,” jabarnya.

Dua Mahasiswa Raih Tiga Penghargaan
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, FIK Umsura juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan kompetensi selama menjalani pendidikan profesi.
Mereka, Apt. Dwi Fitri Nur Syamsiyah, S.Farm yang meraih dua penghargaan sekaligus, yakni kategori Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Terbaik dan Computer-Based Test (CBT) Terbaik.
Sementara itu, penghargaan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Terbaik diraih Apt. Andas Firdausi Nuzula, S.Farm.
Pemberian penghargaan tersebut mendapat dukungan dari mitra, yaitu PT Heptasari Unggul, PT Herbalindo, dan Apotek Al Wafa. Kolaborasi ini mencerminkan peran kemitraan antara institusi pendidikan dan dunia kerja dalam mendukung pengembangan kompetensi calon tenaga kefarmasian.
Melalui Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, FIK Umsura terus mengembangkan pendidikan tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Lahirnya apoteker pertama menjadi langkah penting bagi Umsura untuk memperkuat kontribusi di bidang pendidikan kefarmasian sekaligus menyiapkan tenaga profesional yang mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments