Suasana duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah dan masyarakat Kabupaten Madiun atas wafatnya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Madiun, Dr. KH. Agus Tri Cahyono, MA, Ahad (16/8/2026).
KH. Agus Tri Cahyono wafat pada Ahad pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, warga Muhammadiyah, serta masyarakat Kabupaten Madiun.
Ratusan warga, kader, dan simpatisan Muhammadiyah hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto turut hadir dalam prosesi tersebut. Sebelum pemakaman, Bupati Madiun bersama Ketua DPRD Kabupaten Madiun melakukan takziyah ke kediaman almarhum.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Madiun menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa atas wafatnya salah satu tokoh yang selama ini turut berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Perjuangan Almarhum Harus Dilanjutkan
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PDM Kabupaten Madiun, Ustadz J. Hasim, menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya KH. Agus Tri Cahyono. Ia mengajak keluarga besar Muhammadiyah dan masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Kami juga memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum selama bergaul dan berinteraksi dengan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Ustadz J. Hasim, perjuangan yang telah dilakukan KH. Agus Tri Cahyono tidak boleh berhenti setelah kepergiannya. Semangat dakwah, pendidikan, pelayanan kepada umat, serta perjuangan Persyarikatan Muhammadiyah harus terus dilanjutkan oleh kader-kader berikutnya.
Ia menilai KH. Agus Tri Cahyono bukan hanya menjadi bagian penting dari Muhammadiyah, tetapi juga memiliki kontribusi bagi masyarakat Kabupaten Madiun. Dedikasi dan kiprahnya selama ini telah memberikan manfaat bagi umat dan daerah.
Bupati: Madiun Kehilangan Putra Terbaik
Sementara itu, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Madiun turut merasakan kehilangan yang besar atas wafatnya KH. Agus Tri Cahyono.
Menurutnya, almarhum merupakan salah satu putra terbaik Kabupaten Madiun yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Madiun kehilangan salah satu putra terbaiknya. Semoga perjuangan dan pengabdian beliau dapat dilanjutkan oleh para penerusnya,” ujar Bupati Madiun.
Bupati juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Pemerintah Kabupaten Madiun apabila selama almarhum hidup terdapat kesalahan atau kekhilafan dalam hubungan kedinasan maupun kemasyarakatan.
Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana haru. Ratusan warga mengiringi kepergian almarhum sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok ulama, pendidik, dan kader Muhammadiyah yang mendedikasikan hidupnya untuk dakwah dan kemajuan masyarakat.
Wafatnya KH. Agus Tri Cahyono menjadi kehilangan besar bagi Muhammadiyah Kabupaten Madiun. Namun, keteladanan, pemikiran, pengabdian, dan perjuangan dakwah yang telah ditorehkannya diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Selamat jalan, KH. Dr. Agus Tri Cahyono. Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan, menerima seluruh amal ibadah dan perjuangan, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments