Tim Dosen beserta mahasiswa Prodi S.Tr TLM Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertema Edukasi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk PCA Gunung Anyar Surabaya.
Kegiatan ini fokus pada peningkatan keselamatan dan kesiapsiagaan darurat di lingkungan rumah tangga, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini secara spesifik melibatkan peserta dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gunung Anyar Surabaya, sebagai ujung tombak penjaga keselamatan dalam keluarga.
Ketua Tim Pengabdian Vella Rohmayani yang merupakan dosen Prodi Sarjana Terapan Teknologi LaboratoriumMedis (S.Tr TLM) menjelaskan bahwa keselamatan keluarga merupakan fokus utama.
“Kami berharap keterampilan dasar K3 yang telah diajarkan ini dapat menjadi bekal penting bagi setiap keluarga. Keselamatan dimulai dari rumah, dan dengan bekal ini, peserta Gunung Anyar dapat bertindak cepat dan tepat sebagai penolong pertama di lingkungan mereka,” tuturnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa yang memberikan simulasi secara langsung langkah atau tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan jika terjadi kondisi bahaya atau darurat.
Edukasi K3
Melalui edukasi K3 ini, peserta dibekali keterampilan dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) untuk menghadapi insiden rumah tangga yang umum, meliputi:
Penanganan Sengatan Listrik: Peserta dilatih cara aman dan cepat menolong korban, dengan langkah krusial yaitu memutus sumber arus listrik terlebih dahulu, baru kemudian memastikan kondisi korban sebelum memberikan pertolongan lanjutan.
Luka Bakar: Diberikan panduan penanganan cepat dan tepat, mulai dari mendinginkan area yang terluka, menghindari aplikasi bahan berbahaya yang salah kaprah (seperti pasta gigi), hingga membalut luka dengan kain bersih.
Pertolongan Tersedak: Dilakukan demonstrasi teknik penyelamatan nyawa menggunakan lima pukulan punggung dan lima dorongan perut (Heimlich Maneuver) yang efektif.
Penanganan Kebakaran Kecil: Peserta mempelajari metode sederhana dan praktis untuk memadamkan api kecil di rumah, seperti penggunaan kain basah jika Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tidak tersedia.
Korban Pingsan: Kegiatan ditutup dengan prosedur P3K untuk korban pingsan, mencakup pemeriksaan pernapasan, mengatur posisi pemulihan yang aman, dan prosedur untuk segera memanggil bantuan medis darurat.
Kegiatan ini merupakan implementasi program yang didanai oleh hibah pengabdian RISETMU Bacth IX dengan nomor kontrak 0259.915/I.3/D/2025. Melalui edukasi ini, PCA Gunung Anyar kini menjadi lebih siap dan percaya diri dalam bertindak saat menghadapi situasi darurat di rumah.
“Diharapkan, peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini dapat berkontribusi signifikan terhadap terjaganya keselamatan keluarga dan lingkungan di wilayah Gunung Anyar,” tutup Vella. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments