Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cegah Pinjol dan Judol, FAI UMM Bekali Literasi Keuangan Digital Siswa MAMumtaza

Iklan Landscape Smamda
Cegah Pinjol dan Judol, FAI UMM Bekali Literasi Keuangan Digital Siswa MAMumtaza
Prof. Dr. Khozin, M.Si (tengah) Ketua Tim Pengabdian bersama Kepala Madrasah dan Pemateri (Slamet Riadi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membekali literasi keuangan digital kepada siswa kelas XII Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Malang (MAMumtaza) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII IPA, IPS, dan Bahasa.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa agar mampu mengelola keuangan secara bijak serta terhindar dari risiko pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang marak di era digital.

Kepala MA Muhammadiyah 1 Malang, Akhmad Ari Wibowo, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama antara MAMumtaza dan FAI UMM telah terjalin dengan baik, termasuk melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi siswa sebagai bekal kehidupan, khususnya dalam memahami pengelolaan keuangan secara tepat. Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim pengabdian serta FAI UMM atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Khozin, M.Si., menjelaskan bahwa setiap siswa umumnya menerima uang saku dari orang tua, baik harian, mingguan, maupun bulanan. Menurutnya, sebagian uang saku tersebut perlu disisihkan untuk ditabung dan tidak dihabiskan seluruhnya.

Ia menekankan pentingnya kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan harus dipenuhi karena bersifat mendasar, sementara keinginan perlu disesuaikan dan tidak selalu harus dituruti.

Cegah Pinjol dan Judol, FAI UMM Bekali Literasi Keuangan Digital Siswa MAMumtaza (2)
Suasana Pembekalan Literasi Keuangan (Slamet Riadi/PWMU.CO)

“Orang yang mampu membedakan dan membuat prioritas antara keinginan dan kebutuhan, merekalah yang nantinya akan memperoleh keberhasilan dan kesuksesan hidup,” ungkap Khozin yang juga Ketua Komite MAMumtaza.

Sementara itu, pemateri Afifah Nur Millatina, S.E., M.SEI., menyampaikan data terkait risiko keuangan digital pada generasi muda. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan Suara ‘Aisyiyah 2024 yang dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 37,17 persen kredit macet pinjaman online dilakukan oleh generasi Z.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain itu, jumlah pemain judi online dari generasi Z tercatat sebanyak 191.380 orang dengan sekitar 2,1 juta transaksi senilai Rp282 miliar. Adapun dari generasi Alpha tercatat sebanyak 4.514 anak dengan 45 ribu transaksi senilai Rp7,9 miliar.

Afifah menegaskan pentingnya kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, sebagaimana disampaikan Prof. Khozin. Ia juga mengingatkan bahwa sebagai seorang muslim, setiap transaksi keuangan harus dihindarkan dari praktik riba dan sikap boros, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Isra’ ayat 26–27.

Ia menambahkan bahwa di era digital, akses informasi dan berbagai tawaran keuangan sangat mudah dijumpai, mulai dari bunga, bonus, giveaway, hingga potongan harga. Namun, tanpa kehati-hatian dan pengendalian diri, kondisi tersebut berpotensi menjerumuskan pada pinjol, judol, dan gaya hidup konsumtif.

“Oleh karena itu, penting membangun kesadaran literasi keuangan digital agar terhindar dari pinjol dan judol,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusias hingga selesai. Sejumlah siswa turut aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman, serta memperoleh doorprize sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu