Senin (25/8/2025) menjadi hari yang penuh keceriaan bagi keluarga besar SD Muhammadiyah Melirang. Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, sekolah kembali menyelenggarakan berbagai kegiatan lomba.
Pada hari ketiga rangkaian acara ini, diadakan lomba cerdas cermat yang melibatkan seluruh siswa mulai dari kelas I hingga kelas VI. Cerdas cermat ini dikelompokkan berdasarkan fase.
Fase A diikuti oleh siswa kelas I dan II. Pada fase ini, soal-soal yang diberikan lebih sederhana, berkaitan dengan pengetahuan dasar seperti membaca, berhitung, serta pengetahuan umum yang sesuai dengan perkembangan usia mereka.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari wajah-wajah ceria mereka yang berusaha menjawab setiap pertanyaan dengan penuh semangat. Meski masih kecil, mereka menunjukkan kepercayaan diri yang luar biasa.
Fase B diperuntukkan bagi siswa kelas III dan IV. Pada tahap ini, soal yang diberikan lebih menantang, meliputi mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.
Selain itu, ada pula soal kebangsaan dan wawasan umum untuk mengasah pengetahuan mereka. Suasana perlombaan semakin seru ketika para peserta berlomba-lomba menjawab dengan cepat dan tepat. Dukungan dari teman-teman sekelas dan guru membuat suasana aula sekolah semakin meriah.
Sementara itu, fase C menjadi ajang yang paling ditunggu karena diikuti oleh siswa kelas V dan VI. Soal yang diberikan tentu lebih kompleks, mencakup materi lintas pelajaran, pengetahuan sosial, sains, hingga wawasan kebangsaan.
Para peserta fase ini terlihat sangat serius dan penuh konsentrasi. Mereka tidak hanya dituntut cepat dalam menjawab, tetapi juga teliti agar tidak salah langkah dalam perebutan poin.
Kepala SD Muhammadiyah Melirang Fichrul Efendi SPd menyampaikan bahwa tujuan utama dari lomba ini bukan sekadar mencari pemenang.
“Kegiatan cerdas cermat ini dimaksudkan untuk melatih keberanian murid sebelum mereka mengikuti event lomba yang diadakan di luar sekolah. Jadi anak-anak bisa terbiasa menghadapi suasana kompetisi dengan percaya diri,” ujarnya.
Suasana lomba berlangsung seru dan sedikit menegangkan. Setiap babak penuh dengan sorakan semangat dari para penonton yang tak henti memberi dukungan pada teman sekelasnya.
Ketika soal pertama dibacakan, beberapa peserta terlihat gugup. Namun, perlahan mereka mulai terbiasa dengan suasana lomba dan bisa menjawab pertanyaan dengan baik.
Kisah Peserta: Dari Gugup Jadi Berani
Salah satu peserta dari kelas VI, Faqih Usman Stevan, mengaku bahwa awalnya ia merasa tegang dan gugup. Namun setelah beberapa soal berhasil dijawab, perasaan tersebut mulai hilang.
“Awalnya deg-degan, tapi setelah bisa menjawab beberapa pertanyaan, rasanya lega dan jadi lebih berani,” ungkapnya dengan senyum.
Senada dengan itu, Amar, murid kelas IV, menambahkan bahwa soal-soal yang diberikan tidak terlalu sulit, sehingga membuat suasana hatinya menjadi lebih tenang seiring jalannya lomba.
Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis siswa, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan dan sportivitas antarkelas. Setiap peserta belajar untuk menghargai lawan sekaligus berusaha menampilkan yang terbaik.
Dengan adanya lomba cerdas cermat ini, SD Muhammadiyah Melirang berharap dapat mencetak generasi yang cerdas, berani, dan berakhlak mulia.
Senin ceria ini menjadi bukti bahwa peringatan HUT RI ke-80 bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk mendidik dan menginspirasi anak-anak bangsa.






0 Tanggapan
Empty Comments