Semangat kebersamaan dan pengabdian tampak begitu kuat dalam kegiatan Halalbihalal yang dirangkai dengan kerja bakti pembersihan lahan Padepokan Tapak Suci Pimda 026 Kabupaten Lamongan, Ahad (5/4/2026) di Desa Godog, Laren, Lamongan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengawali pembangunan padepokan sebagai pusat pembinaan kader dan pengembangan dakwah Tapak Suci di Lamongan.
Acara tersebut dihadiri para pendekar, perwakilan Pimcab Tapak Suci se-Kabupaten Lamongan, serta panitia pembangunan padepokan. Kehadiran mereka tidak sekadar memenuhi undangan, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam membangun masa depan Tapak Suci yang lebih kuat dan terarah.
Ketua Pimda 026 Tapak Suci Lamongan, Pendekar Khoirul Muslimin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas keterlibatan semua pihak. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang sangat berarti dalam mewujudkan padepokan Tapak Suci di Lamongan.
“Terima kasih, ini adalah langkah awal untuk membangun padepokan Tapak Suci Pimda 026 Kabupaten Lamongan. Mari kita tetap istiqomah, karena ini menjadi cikal bakal berdirinya padepokan Tapak Suci di Lamongan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus bersemangat dalam mengembangkan Tapak Suci sebagai wahana amar makruf nahi mungkar. Menurutnya, kerja bakti yang dilakukan hari ini bukan sekadar membersihkan lahan, tetapi juga menjadi simbol awal perjuangan bersama.
“Terima kasih kepada para pendekar dan kader yang hari ini hadir melakukan pembabatan lahan. Ini akan menjadi titik kumpul kita ke depan, sekaligus tempat lahirnya prestasi-prestasi Tapak Suci,” tambahnya.
Khoirul menegaskan bahwa Tapak Suci adalah bagian dari Muhammadiyah, sehingga setiap langkah dan perjuangan harus selaras dengan misi organisasi. Pembangunan padepokan ini pun diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa upaya ini merupakan bentuk realisasi wasiat almarhum Pendekar Besar Ahmad Kasuwi Thoriq, yang menginginkan berdirinya padepokan Tapak Suci di lokasi bersejarah (Desa Meliwis) sebagai cikal bakal perkembangan Tapak Suci di Lamongan.
“Tapak Suci Lamongan harus menjadi andalan bagi pimpinan wilayah. Ini momentum pertama kita membangun padepokan,” tegasnya penuh optimisme.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Padepokan, Pendekar Maksum, menilai kegiatan ini sebagai amal saleh yang menjadi bagian dari perjuangan Muhammadiyah melalui Tapak Suci. Ia menekankan pentingnya kesinambungan kaderisasi dalam menjaga eksistensi organisasi.
“Ini adalah titik awal perjuangan kita. Kita harus bersemangat maksimal, karena ini cikal bakal padepokan. Kita yang tua suatu saat akan membutuhkan penerus,” ungkapnya.
Menurutnya, padepokan nantinya bukan hanya menjadi tempat latihan, tetapi juga pusat perjuangan dan pengembangan ilmu, sehingga nilai-nilai Tapak Suci dapat terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.
Kegiatan Halalbihalal dan kerja bakti ini pun menjadi bukti nyata bahwa semangat kolektif, keikhlasan, dan komitmen kader Tapak Suci Lamongan terus terjaga. Dari lahan yang dibersihkan bersama, tumbuh harapan besar akan lahirnya padepokan yang menjadi pusat kekuatan, persatuan, dan prestasi Tapak Suci di masa depan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments