Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cuaca Ekstrem 2026, Dosen UMM Tekankan Pentingnya Pencegahan Dini Kesehatan

Iklan Landscape Smamda
Cuaca Ekstrem 2026, Dosen UMM Tekankan Pentingnya Pencegahan Dini Kesehatan
Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ns. Zaqqi Ubaidillah, M.Kep., Sp.Kep.MB.,. Foto: Hassan/PWMU.CO
pwmu.co -

Cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada awal 2026 tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan masyarakat. Perubahan suhu, curah hujan tinggi, dan kelembapan dinilai memengaruhi kemampuan tubuh dalam beradaptasi, terutama pada kelompok rentan.

Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ns. Zaqqi Ubaidillah, M.Kep., Sp.Kep.MB., menyebut kondisi tersebut sebagai stresor lingkungan yang dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan masyarakat.

“Cuaca ekstrem tidak bisa dipandang sekadar sebagai perubahan cuaca, tetapi harus dilihat sebagai risiko kesehatan populasi. Ketika tubuh terus terpapar stres lingkungan dan gagal beradaptasi secara optimal, maka kerentanan terhadap penyakit akan meningkat. Karena itu, respons kesehatan harus bersifat promotif dan preventif, bukan hanya reaktif saat sakit sudah terjadi,” ujarnya.

Zaqqi menjelaskan, cuaca ekstrem dapat memicu stres fisiologis kronik yang berdampak pada penurunan daya tahan tubuh. Suhu dingin dan kelembapan tinggi berpotensi melemahkan pertahanan saluran pernapasan, sementara suhu panas ekstrem meningkatkan kehilangan cairan dan elektrolit.

“Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan fisiologis, gangguan pengaturan suhu tubuh, penurunan toleransi aktivitas, hingga meningkatnya risiko infeksi,” jelasnya.

Menurutnya, penurunan daya tahan tubuh bukan semata akibat cuaca, melainkan karena tubuh gagal menjaga keseimbangan atau homeostasis dalam jangka waktu lama.

“Ketika keseimbangan ini terganggu terus-menerus, tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit,” tambahnya.

Dalam perspektif keperawatan dan kesehatan masyarakat, Zaqqi menekankan pentingnya pencegahan primer melalui perilaku hidup bersih dan sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta kecukupan cairan tubuh. Asupan protein, vitamin, dan mineral berperan penting dalam menjaga sistem imun, sementara suplemen hanya bersifat pendukung.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Langkah sederhana seperti mencuci tangan secara konsisten, memastikan keamanan makanan dan air minum, menjaga asupan gizi, serta memenuhi kebutuhan cairan sekitar 2–2,5 liter per hari bagi orang dewasa merupakan upaya pencegahan yang sangat efektif,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kelompok anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta pekerja lapangan memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap dampak cuaca ekstrem. Perlindungan terhadap kelompok ini membutuhkan peran keluarga dan komunitas melalui pengawasan kesehatan, pengaturan aktivitas, serta lingkungan yang aman dan mendukung.

Selain kesehatan fisik, Zaqqi menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental. Stres dan kecemasan akibat cuaca ekstrem dapat meningkatkan hormon stres yang berdampak pada penurunan imunitas.

“Menjaga kesehatan mental adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kesehatan fisik. Ketahanan kesehatan tidak dibangun saat krisis, tetapi melalui kebiasaan hidup sehat yang konsisten dan adaptif terhadap perubahan lingkungan,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat semakin meningkatkan kesiapsiagaan kesehatan menghadapi cuaca ekstrem, tidak hanya secara individu, tetapi juga melalui penguatan peran keluarga, komunitas, dan fasilitas layanan kesehatan. Menurutnya, sinergi antara edukasi kesehatan berkelanjutan, kebijakan yang responsif, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menekan dampak kesehatan akibat perubahan iklim.

Dengan upaya preventif yang konsisten dan berbasis ilmu pengetahuan, Zaqqi optimistis masyarakat dapat tetap menjaga ketahanan kesehatan dan kualitas hidup di tengah tantangan cuaca ekstrem yang semakin kompleks. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu