Mengajak anak-anak berkumpul dan bergembira mungkin mudah dilakukan oleh siapa saja. Namun, menjaga konsistensi untuk terus menebarkan semangat bahwa pengetahuan adalah hak setiap manusia membutuhkan pembuktian.
Dari ruang-ruang kecil seperti taman pustaka, dari perjumpaan sederhana antara buku dan manusia, menjalankan gerakan kecil dan sederhana ini memerlukan usaha yang tidak biasa. Semangat dan kerelawanan terus dijaga agar langkah tetap bernapas panjang.
Apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada para kader, relawan, dan pegiat literasi yang telah bersama-sama menghidupkan gerakan ini. Gerakan yang mungkin tampak sederhana, namun sejatinya memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan masyarakat.

Muhammadiyah sejak awal hadir sebagai gerakan dakwah yang mencerahkan. Dakwah yang tidak membatasi diri pada mimbar, tetapi menjelma dalam pendidikan, penguatan pengetahuan, dan pembebasan manusia dari kebodohan. Dakwah yang berkemajuan, inklusif, dan terbuka bagi semua, tanpa sekat dan tanpa kecuali.
Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan hadir sebagai ruang dakwah ilmu pengetahuan yang bersifat universal; lintas generasi dan lintas iman. Melayani dan memberi manfaat bagi seluruh umat, sejalan dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam semesta.
“Iman dan pengetahuan mesti berjalan seirama, dalam satu tarikan napas.”

Sebagai gerakan Islam yang mencerahkan, Muhammadiyah terus menyalakan cita-cita besar: memberantas kebodohan, menumbuhkan masyarakat berilmu, dan melek informasi.
Dengan semangat berkumpul, berbagi, dan bergerak, dakwah ilmu pengetahuan terus diupayakan agar dapat menjangkau lebih banyak orang dan memberi makna bagi kehidupan bersama






0 Tanggapan
Empty Comments