Dalam dinamika gerakan mahasiswa yang terus bergerak dan berkembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ganesha Universitas Negeri Surabaya menghadirkan satu tradisi sederhana. Namun penuh makna. Yaitu badminton rutin, setiap Kamis malam. Kegiatan ini telah berjalan lebih satu tahun.
IMM Ganesha adalah komisariat gabungan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) dan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Sesuai Fakultas, IMM Ganesha memiliki karakter kader yang aktif, dinamis, dan penuh semangat.
Badminton rutin menjadi salah satu wadah strategis untuk menyatukan energi tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala dan terbuka bagi kader IMM se-Surabaya. Menjadikannya bukan sekadar olahraga internal, melainkan ruang temu lintas komisariat yang memperluas jejaring dan memperkuat ukhuwah.
Di tengah padatnya agenda akademik dan organisasi, badminton rutin hadir sebagai penyeimbang. Ia menjadi ruang pelepas penat, tapi tetap sarat makna. Setiap pukulan raket dan setiap reli permainan bukan hanya soal skor, melainkan simbol kebersamaan. Tidak ada sekat struktural di lapangan; pimpinan, anggota, hingga kader baru. Semuanya berdiri sejajar, bermain bersama, dan saling menyemangati. Suasana inilah yang memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi.
Lebih dari itu, badminton rutin juga menjadi bentuk implementasi nyata bahwa kader IMM harus sehat secara jasmani dan rohani. Kader yang kuat bukan hanya tajam dalam gagasan, tetapi juga bugar dalam fisik. Olahraga bersama menjadi budaya positif yang membangun kedisiplinan, sportivitas, serta semangat kompetitif yang sehat.
Badminton rutin IMM Ganesha adalah bentuk komitmen menjaga kebersamaan. Ini bukan tentang siapa yang paling hebat di lapangan, tetapi tentang bagaimana kita tetap hadir, tetap menyapa, dan tetap satu barisan sebagai keluarga besar IMM Ganesha. Silaturahmi harus dirawat. Soliditas harus dijaga. Integritas harus ditegakkan. Karena organisasi yang kuat bukan hanya lahir dari rapat-rapat formal, tetapi dari kebersamaan yang tulus dan konsisten.
Pernyataan itu menegaskan bahwa badminton rutin bukan sekadar agenda tambahan. Melainkan bagian dari strategi penguatan internal organisasi. Dari kegiatan ini lahir komunikasi yang lebih cair, koordinasi yang lebih mudah, serta hubungan emosional yang semakin erat. Diskusi ringan selepas permainan seringkali justru melahirkan ide-ide segar untuk kemajuan komisariat.
Badminton rutin IMM Ganesha juga menjadi simbol keberlanjutan gerakan. Konsistensi dalam menjaga tradisi ini menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya kuat dalam wacana, tetapi juga dalam praktik kebersamaan. Budaya hadir, budaya menyapa, dan budaya bergerak bersama menjadi fondasi yang terus dirawat.
Dengan demikian, lapangan badminton bukan sekadar arena olahraga, tetapi ruang kaderisasi kultural. Di sanalah nilai kekeluargaan dipupuk, loyalitas diteguhkan, dan komitmen diperbarui. IMM Ganesha percaya bahwa organisasi yang besar lahir dari kebersamaan yang sederhana namun dijaga dengan istiqamah.






0 Tanggapan
Empty Comments