“Ustdzah, petunjuk berikutnya di mana?” teriak beberapa siswa sambil berlari kecil menuju halaman sekolah. Ada yang mengamati pot bunga, ada pula yang mengintip sudut koridor. Wajah-wajah penuh rasa ingin tahu itu tampak antusias, seolah benar-benar sedang berburu harta karun.
Pemandangan berbeda tersebut terlihat di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Selasa (21/7/2026). Alih-alih belajar di dalam kelas, siswa kelas II diajak menjelajahi lingkungan sekolah melalui pembelajaran Bahasa Indonesia bertajuk Treasure Hunt “Kata Ungkapan”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari konsep Main Belajar Seru, yang menghadirkan pengalaman belajar aktif, menyenangkan, sekaligus bermakna bagi peserta didik.
Sebelum memulai permainan, siswa telah mempelajari materi kata ungkapan beserta contoh-contohnya melalui permainan Tangkap Kata pada pertemuan sebelumnya.
Setelah memahami konsep dasar, mereka memasuki tantangan utama berupa Treasure Hunt.
Siswa dibagi menjadi lima kelompok yang berperan sebagai petualang pencari harta karun. Sementara itu, guru bertransformasi menjadi bajak laut yang menyembunyikan lima petunjuk di berbagai sudut sekolah.
Setiap kelompok membawa peta harta karun berupa lembar kerja (worksheet). Saat menemukan petunjuk, mereka harus membaca tantangan, berdiskusi dengan anggota kelompok, kemudian menuliskan jawabannya sebelum melanjutkan pencarian ke lokasi berikutnya.
Suasana sekolah pun berubah menjadi arena petualangan. Terdengar diskusi kecil antarsiswa, sorak kegembiraan ketika menemukan petunjuk, hingga tawa yang mengiringi setiap langkah mereka menyelesaikan misi.
Setelah seluruh tantangan berhasil dituntaskan, semua kelompok kembali ke “pelabuhan”, yaitu ruang kelas. Di sana guru bersama siswa memeriksa hasil pekerjaan, melakukan refleksi, sekaligus merayakan keberhasilan petualangan belajar hari itu.
Salah seorang siswa kelas II Firefly, Ibrahim Zahwan Azfar Syazani, mengaku sangat menikmati pengalaman belajar tersebut.
“Aku senang sekali karena bisa mencari petunjuk bersama teman-teman. Rasanya seperti benar-benar mencari harta karun. Belajar kata ungkapan jadi mudah dipahami karena sambil bermain,” ujar salah satu siswa dengan wajah berbinar.
Koordinator Bahasa Indonesia Kelas II SD Muhammadiyah Manyar Gresik, Kazue Salzabella Rachelinda, S.Pd., mengatakan pendekatan seperti ini sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.
“Anak-anak belajar paling baik ketika mereka terlibat secara aktif. Treasure Hunt membuat mereka bergerak, berdiskusi, berpikir, sekaligus menyelesaikan masalah bersama teman-temannya,” tuturnya.
Guru pengampu kegiatan, Nur Aini Ochtafiya, menjelaskan bahwa Treasure Hunt dirancang agar siswa merasakan belajar Bahasa Indonesia bukan hanya membaca buku atau mengerjakan soal, tetapi juga sebuah petualangan yang menyenangkan.
“Ketika melihat anak-anak berlari mencari petunjuk, saling menyemangati, berdiskusi menentukan jawaban, lalu tersenyum bangga saat berhasil menyelesaikan setiap tantangan, saya merasa tujuan pembelajaran hari itu sudah tercapai. Mereka belajar memahami materi tentang kata ungkapan, serta belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan saling menghargai pendapat teman,” ungkapnya.
Menurutnya, momen paling berkesan justru hadir saat kegiatan telah usai. Beberapa siswa masih ingin belajar dan memperbaiki jawabannya setelah mengikuti sesi refleksi.
Salah satunya, Rafassya Hafiz Dhiaurrahman dari kelas II Firefly yang berkata,
“Ustdzah, jawabanku tadi ternyata ada yang salah, boleh aku perbaiki lagi.”
Sementara beberapa siswa lainnya menghampiri guru sambil berkata,
“Ustdzah, besok main belajar seperti ini lagi, ya.”
Bagi Nur Aini, kalimat sederhana tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri sebagai seorang pendidik.
“Bagi saya, keberhasilan pembelajaran terjadi ketika siswa dapat merefleksikan diri terhadap apa yang mereka dapatkan dan pulang dengan membawa rasa ingin belajar lagi. Saat anak-anak tersenyum dan mengatakan bahwa belajar itu menyenangkan, itulah harta karun sesungguhnya yang kami temukan hari ini,” tambahnya.
Melalui Treasure Hunt “Kata Ungkapan”, SD Muhammadiyah Manyar Gresik kembali menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dikemas secara kreatif tanpa meninggalkan tujuan utamanya.
Ketika belajar menjadi sebuah petualangan, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, serta pengalaman belajar yang akan mereka kenang dalam waktu yang lama.
Keseruan kegiatan tersebut dapat disaksikan melalui akun Instagram SD Muhammadiyah Manyar Gresik.





0 Tanggapan
Empty Comments