Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Di Tengah Latihan Akting, Siswa SMA Muha Genteng Dihampiri Turis Italia

Iklan Landscape Smamda
Di Tengah Latihan Akting, Siswa SMA Muha Genteng Dihampiri Turis Italia
Reyhan paling kiri dan guru seninya paling kanan usai berbincang-bincang dengan bule Itali. (Alib/PWMU.CO)
pwmu.co -

Seorang siswa SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Banyuwangi, mendapat pengalaman menarik saat menjalani latihan akting di salah satu kedai kopi di pinggiran Kota Banyuwangi. Latihannya menarik perhatian tiga turis asal Italia yang kemudian menghampiri dan memberikan apresiasi terhadap penampilannya.

Siswa tersebut adalah Reyhan Iftitan Ramadhanu, siswa kelas XI.4 SMA Muha Genteng. Kamis (27/8/2026), sepulang sekolah, Reyhan mengikuti latihan bersama guru seninya, Aikanu, seorang budayawan Banyuwangi, di Kedai Kopi De’Gentong.

Latihan tersebut bertujuan untuk memperdalam kemampuan vokal, ekspresi, dan penjiwaan dalam berakting. Aikanu sengaja memilih lokasi terbuka agar Reyhan dapat melatih mental sekaligus membiasakan diri tampil di tengah suasana yang ramai.

“Saya sengaja membawa kamu ke sini untuk melatih mental di tengah hiruk pikuk sekaligus menata vokal di alam terbuka,” ujar Aikanu, yang juga merupakan pensiunan guru sastra.

Reyhan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan seni dan organisasi di sekolah. Selain terlibat dalam kepengurusan Hizbul Wathan, ia juga mengikuti ekstrakurikuler gamelan dan teater.

Ketertarikannya terhadap seni telah terlihat sejak duduk di bangku sekolah dasar, khususnya dalam bidang musik tradisional. Di tengah kesibukan belajar, Reyhan juga terus memperdalam kemampuan bermain gendang Jawa di Sanggar Seni Langgar Art, Desa Sumberayu, Kecamatan Muncar.

Dalam bidang teater, Reyhan sebelumnya tampil dalam pementasan karya Usmar Ismail berjudul Ayahku Pulang. Dalam pementasan tersebut, ia memerankan tokoh utama, Gunarso. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari prosesnya dalam mengembangkan kemampuan seni peran.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam latihan di Kedai Kopi De’Gentong, Reyhan membawakan naskah bertema kepahlawanan lokal yang berkaitan dengan peristiwa Agresi Belanda tahun 1947 di Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Dalam pementasan tersebut, ia harus memerankan tiga karakter sekaligus, yaitu sebagai dalang, tokoh tentara Belanda, dan tokoh Baderun.

Saat latihan berlangsung, tiga turis dari kejauhan terlihat memperhatikan penampilan Reyhan. Setelah sesi latihan selesai, ketiganya menghampiri Reyhan dan memberikan apresiasi atas kemampuan aktingnya.

Melalui percakapan yang berlangsung dalam bahasa Inggris, ketiga turis tersebut mengaku berasal dari Italia dan juga memiliki latar belakang sebagai pemain teater. Aikanu turut membantu percakapan karena mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Pertemuan singkat tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Reyhan. Sebelum melanjutkan perjalanan, ketiga turis asal Italia itu menyampaikan apresiasi terhadap penampilan yang dibawakan Reyhan.

Latihan hari itu berlangsung kurang lebih satu jam. Setelah beristirahat sejenak, Reyhan dan gurunya mengakhiri sesi latihan dengan membawa pengalaman baru yang semakin menambah motivasinya untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan di dunia seni peran. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 27/08/2026 19:32
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu