PWMU.CO – Puncak milad ke-9 SD Muhammadiyah 3 Assalaam (Mumtas) menjadi momen penuh kebanggaan dan kebahagiaan. Tak hanya dimeriahkan dengan jalan sehat dan berbagai hiburan, acara yang digelar pada Sabtu (2/08/2025) ini juga menjadi saksi penyerahan 13 medali prestasi nasional yang diraih para siswa Mumtas.
Sebanyak 10 medali berhasil diborong dari ajang Tapak Suci Student National Championship. Para atlet cilik Mumtas sukses bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai daerah dan mempersembahkan medali dari kategori fight maupun seni.
Beberapa nama yang menyumbangkan medali di antaranya adalah Tika (medali emas), Adbizar, Acila, Fathir, Khenso, Akhtar (medali perak), Mikha, Khenzie, Zizi (medali perunggu, kategori fight), Fahmi (medali perak), dan Bilqis (medali perunggu, kategori seni).
Tak hanya itu, puncak milad juga disemarakkan dengan keberhasilan Alesha Naima Putri Wibowo yang mempersembahkan medali emas dari cabang olahraga ski air dalam ajang Porprov IX Jawa Timur 2025, serta Abdullah Altaf Kuncoro yang meraih medali perunggu dalam Olimpiade Matematika Nasional OSC 3.
Milad SD Mumtas

Acara milad dibuka dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti lebih dari 600 peserta dari berbagai elemen warga sekolah. Suasana semakin meriah saat Mumtas band mengiringi peserta jalan sehat dan saat undian hadiah utama berupa sepeda berhasil diraih oleh Noval Kausar, siswa kelas II yang kupon undianya di ambil langsung oleh Wakil Walikota Malang.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin turut hadir dalam acara dan secara simbolis menyematkan medali kepada para siswa berprestasi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat sekolah dalam membina karakter dan prestasi anak-anak sejak dini.
”SD Muhammadiyah 3 Assalaam ini mengingatkan sekolah saya dlu meskipun berada didalam gang di kelilingi rumah penduduk tapi bisa membuktikan bahwa sekolah ini bisa menorehkan prestasi luar biasa, baik di bidang akademik, seni, maupun olahraga,” ujarnya.
Kepala Sekolah SD Mumtas, Syai’in Qodir, menambahkan bahwa prestasi ini adalah buah dari sinergi antara sekolah, siswa, orang tua, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
“Milad ke-9 ini menjadi momen refleksi bahwa kami tidak hanya membangun sekolah, tapi juga membangun mimpi dan masa depan anak-anak hebat,” tutupnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments