Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Direktur BSI Beberkan Strategi Inovasi dan Resiliensi Bisnis di UM Bandung

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Direktur BSI Beberkan Strategi Inovasi dan Resiliensi Bisnis di UM Bandung
Dok: Feri Anugrah
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Inovasi dan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan dunia bisnis yang semakin dinamis. Organisasi dituntut tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga membangun ketangguhan agar dapat menciptakan nilai dan manfaat secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Compliance & Human Capital PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Arief Adhi Sanjaya saat menjadi narasumber dalam Stadium Generale Executive Insight Series (EIS) Volume 1 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan bertema “Strategi Inovasi dan Resiliensi Menuju Masa Depan Bisnis Berkelanjutan” tersebut membahas pentingnya inovasi, kemampuan beradaptasi, dan ketangguhan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan dunia usaha.

Arief menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perubahan perilaku pelanggan, ketidakpastian ekonomi, hingga dinamika dunia kerja menuntut organisasi untuk bergerak lebih cepat.

Menurutnya, berbagai perubahan tersebut perlu direspons melalui inovasi, kemampuan beradaptasi, dan ketangguhan dalam menghadapi ketidakpastian.

Ia mengungkapkan bahwa kesadaran mengenai pentingnya perubahan belum sepenuhnya diikuti kesiapan organisasi untuk menghadapinya. Mengutip laporan Deloitte 2026, Arief menyebutkan bahwa 85 persen pemimpin menilai kemampuan beradaptasi sebagai kompetensi yang sangat penting. Namun, hanya 7 persen yang merasa organisasinya mampu membantu pegawai untuk terus beradaptasi dan berkembang.

Temuan tersebut, menurut Arief, menunjukkan bahwa memahami pentingnya perubahan saja tidak cukup. Organisasi perlu mengambil langkah konkret melalui peningkatan kompetensi, pembaruan sistem kerja, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menjelaskan bahwa inovasi bukan sekadar menciptakan ide atau menghadirkan teknologi baru. Inovasi juga mencakup kemampuan mengubah persoalan menjadi solusi yang bernilai dan memberikan manfaat nyata bagi pelanggan, perusahaan, serta masyarakat.

Selain inovasi, Arief menyoroti pentingnya resiliensi atau ketangguhan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan.

Resiliensi mencakup kemampuan mengantisipasi risiko, menjaga keberlangsungan operasional, memulihkan kondisi, serta terus berkembang di tengah perubahan. Ia mencontohkan transformasi BSI yang membutuhkan kesamaan tujuan, budaya kerja yang kuat, dan kolaborasi seluruh elemen organisasi.

Arief menegaskan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, integritas, budaya organisasi, dan kemampuan bekerja sama justru menjadi fondasi penting dalam membangun bisnis berkelanjutan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan untuk terus meningkatkan kompetensi, terutama dalam penguasaan teknologi digital, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kemauan untuk terus belajar.

“Dengan bekal tersebut, saya berharap generasi muda mampu melihat perubahan bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk berinovasi, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Arief.

Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto mengapresiasi Program Studi Magister Manajemen yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, forum ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa, khususnya di bidang manajemen, untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan bisnis, ekonomi, keuangan syariah, serta tantangan dunia kerja pada masa depan.

Herry menilai kegiatan tersebut memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena menghadirkan praktisi yang memiliki pengalaman langsung di bidangnya. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga dapat berdiskusi dan mendapatkan perspektif praktis yang belum tentu diperoleh selama perkuliahan.

Ia menegaskan bahwa pemikiran inovatif diperlukan dalam setiap bidang usaha, baik skala kecil maupun besar. Di tengah ketidakpastian dan perkembangan teknologi yang sulit diprediksi, kemampuan berinovasi menjadi modal penting untuk menjaga ketangguhan dan keberlanjutan bisnis.

Lebih lanjut, Herry mengingatkan bahwa industri perbankan memiliki standar ketat dalam pengelolaan dan perekrutan sumber daya manusia. Karena itu, mahasiswa UM Bandung perlu mempersiapkan diri dengan kompetensi, keterampilan, dan kualitas terbaik agar mampu bersaing serta memenuhi tuntutan profesional apabila kelak berkarier di sektor perbankan.

Melalui kegiatan Executive Insight Series ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami tantangan dunia bisnis secara lebih komprehensif sekaligus mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan tangguh menghadapi perubahan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/10/2026 15:53
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu