Tim Disaster Medical Committee (DMC) Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) melakukan koordinasi dengan tim DoctorSHARE untuk menentukan sasaran mobile health service bagi masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), jum’at (28/8/2026).
Koordinasi dilakukan untuk memetakan lokasi yang membutuhkan pelayanan kesehatan serta menyesuaikan sasaran dengan kondisi masyarakat dan akses menuju wilayah terdampak.
Dokter DMC RSML, dr. Muhammad Ivanda Dewantara, mengatakan koordinasi antartim diperlukan agar pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara lebih terarah dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berkoordinasi dengan tim DoctorSHARE untuk menentukan tujuan mobile health service. Kami saling bertukar informasi mengenai kondisi di lapangan agar pelayanan dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan,” ucap dr. Ivan.
Menurutnya, kondisi medan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan sasaran pelayanan. Sejumlah wilayah terdampak gempa memiliki akses yang cukup sulit karena kerusakan jalan dan kondisi geografis.
“Kami juga mempertimbangkan akses menuju lokasi. Ada beberapa wilayah yang cukup sulit dijangkau, sehingga perlu koordinasi dan pemetaan agar tim bisa memberikan pelayanan secara maksimal,” ucap dr. Ivan.
Koordinasi DMC RSML dan DoctorSHARE menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam respons kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa. Pertukaran informasi mengenai kondisi dan kebutuhan di lapangan diharapkan membuat pelayanan lebih tepat sasaran.
Melalui mobile health service, tim kesehatan berupaya mendekatkan layanan kepada warga yang berada di posko pengungsian dan wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments