
PWMU.CO – Ada doorprize yang menarik di acara Pengajian Ahad Pagi (PAP) Al-Hikmah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegaldlimo, Banyuwangi, Ahad (1/6/2025). Pembagian doorprize ini dilakukan di tengah berlangsungnya pengajian yang diselenggarakan di Masjid SMK Muhammadiyah 3 Tegaldlimo. Kegiatan ini diikuti oleh warga Muhammadiyah Cabang Tegaldlimo, para guru, dan karyawan.
Pada pukul 05.00 WIB, pengajian dimulai. Pemateri dalam pengajian ini adalah Ketua Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Taufiqur Rohman MPdI dengan mengusung tema Memahami Hakikat Korban.
PAP yang diikuti oleh jamaah laki-laki dan perempuan itu berlangsung sangat interaktif. Sejak awal, kegiatan sudah dimulai dengan pertanyaan pemantik kepada jamaah. Pertanyaan meliputi berita terbaru seputar Muhammadiyah Banyuwangi yang dirilis di PWMU.CO, sistematika al-Qur’an, hingga daerah asal penceramah.
“Di mana tempat kelahiran penceramah pengajian hari ini?”
Salah seorang jamaah laki-laki mampu menjawab dengan benar bahwa Ketua MPID Banyuwangi itu terlahir di Kecamatan Srono.
Ia kemudian diminta maju ke depan untuk mendapatkan hadiah doorprize menarik berupa buku biografi tokoh Muhammadiyah Ranting Kepundungan berjudul R Abu Said Slamet: Mengabdi Sepanjang Hayat karya Taufiqur Rohman.
Hakikat Kurban
Suasana pengajian semakin bertambah interaktif. Setelah itu, penceramah yang juga guru Pendidikan Agama Islam SMK Muhammadiyah 2 Genteng tersebut mengupas hakikat korban. Ia menjelaskan bahwa sejarah korban pertama kali di dunia terjadi ketika Habil dan Qabil mempersembahkan korban untuk mendapatkan wanita impiannya.
Namun, Allah hanya menerima korban dari Habil yang berupa domba jantan, gemuk, dan sehat. Sebaliknya, Allah menolak korban dari Qabil karena korban yang ia persembahkan merupakan hasil panen yang buruk.
Selanjutnya, diceritakan pula kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS bersama anaknya, Ismail. Demi menjalankan perintah Allah, apa pun dilakukan oleh keduanya, termasuk perintah untuk menyembelih Ismail yang akhirnya digantikan oleh Allah dengan seekor kambing.
Melalui kisah tersebut, umat Islam diharapkan mampu mengambil pelajaran bahwa korban yang diterima Allah adalah korban yang dilakukan dengan niat ikhlas sehingga mampu mempersembahkan yang terbaik. Pengajian yang berdurasi sekitar satu jam ini berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan bacaan hamdalah.
Penulis Ghulam Bana Islama Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments