Dalam upaya memperkuat pilar ekonomi keluarga santri, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan menggelar pelatihan pembuatan minuman herbal pada Ahad (28/12/2025).
Bertempat di Aula PAMB KH. Achmad Dahlan, Jalan Tambak Asri No. 202, Surabaya, acara ini menjadi langkah konkret panti asuhan dalam mencetak kemandirian ekonomi umat.
Praktik Pembuatan Sinom dan Jahe Instan
Pelatihan kali ini menghadirkan Ustadz Sutedjo sebagai narasumber utama. Beliau memaparkan teknik pengolahan bahan-bahan tradisional menjadi produk bernilai jual tinggi, yakni Sinom dan Jahe Instan.
Para peserta diajak mengenali komposisi bahan baku berkualitas, mulai dari:
- Perasan jahe segar dan gula sebagai basis utama.
- Perpaduan daun asam, asam kawak, dan asam muda untuk rasa yang autentik.
- Kunir (kunyit) sebagai pewarna alami sekaligus penambah khasiat kesehatan.
Tidak hanya mendengarkan teori, antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab yang interaktif dan praktik langsung pembuatan produk.
Para ibu yang hadir tampak cekatan mengolah bahan di bawah bimbingan langsung Ustadz Sutedjo hingga menghasilkan produk siap konsumsi.
Jihad Ekonomi Melalui Produk Lokal
Dalam pesan penutupnya, Ustadz Sutedjo menekankan pentingnya semangat kemandirian. Beliau menyebut kegiatan ini bukan sekadar memasak, melainkan bagian dari perjuangan ideologis.
“Semoga pertemuan ini menjadi awal dari jihad ekonomi Muhammadiyah. Saya berharap Ibu-ibu bisa menyerap ilmu ini dengan maksimal sehingga menjadi jalan usaha baru yang mampu menambah pendapatan ekonomi keluarga,” ujar Ustadz Tejo.
Keberlanjutan dan Pemasaran melalui Dahlan Store
Kepala Panti LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan, Slamet Supriyadi, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan program berkelanjutan. Pihak panti berkomitmen untuk terus membekali wali santri dengan keterampilan yang bervariasi.
“Ini adalah ikhtiar awal kami sebagai pengelola untuk menciptakan peluang ekonomi bagi para ibu. InsyaAllah, pelatihan serupa akan terus diadakan dengan menu atau keterampilan yang berbeda ke depannya,” ungkap Slamet.
Lebih lanjut, Slamet berharap adanya timbal balik nyata dari para peserta. Ia menginginkan para ibu mulai berproduksi secara konsisten. Sebagai bentuk dukungan hilirisasi, pihak panti telah menyiapkan wadah pemasaran.
“Kami harap ada produksi berkelanjutan dari Bapak dan Ibu. Hasil karya tersebut nantinya akan kami bantu pasarkan melalui Dahlan Store,” pungkasnya.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments