SMK Muhammadiyah 5 Srono, yang dikenal dengan sebutan SMK MULIA, menjadi tuan rumah Workshop Analisis Perencanaan Berbasis Data yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Otomotif dan Elektronika (BOE), Selasa (16/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 10 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tergabung dalam Koordinator Wilayah (Korwil) 5 Banyuwangi. Workshop bertujuan meningkatkan kapasitas satuan pendidikan dalam menyusun perencanaan sekolah berbasis data yang nyata, akurat, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik serta tuntutan dunia kerja dan dunia industri.
Workshop dilaksanakan dengan pola klaster, sehingga proses diskusi, analisis, dan praktik dapat berjalan lebih fokus dan kolaboratif antar sekolah peserta.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Muhammadiyah 5 Srono, Muklas Efendi, S.T. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada SMK MULIA sebagai tuan rumah kegiatan.
“Perencanaan yang berkualitas harus berangkat dari data yang valid dan dianalisis secara tepat. Di era transformasi pendidikan saat ini, sekolah tidak bisa lagi hanya mengandalkan intuisi, tetapi harus mampu membaca dan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan,” ungkapnya.
Muklas berharap kegiatan tersebut dapat membantu sekolah menyusun program yang lebih terarah, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengawas SMK Korwil 5 Banyuwangi, Lina. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir sekolah dari sekadar menjalankan program rutin menuju perencanaan strategis berbasis data. Menurutnya, data tidak hanya berupa angka, tetapi merupakan cerminan kondisi riil sekolah yang perlu diolah untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
Sebagai pemateri utama, Adi Hidayat dari BBPPMPV BOE menyampaikan materi mengenai konsep, teknik, dan praktik analisis perencanaan berbasis data. Materi meliputi pemanfaatan Rapor Pendidikan, analisis kinerja sekolah, identifikasi akar masalah, hingga penyusunan program prioritas dan rencana tindak lanjut yang selaras dengan kebutuhan peserta didik serta tuntutan dunia kerja.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga diskusi dan praktik kelompok. Pola klaster mendorong terjadinya kolaborasi, berbagi praktik baik, serta saling memberikan umpan balik antar SMK peserta.
Melalui workshop ini, SMK Muhammadiyah 5 Srono (SMK MULIA) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan mutu pendidikan vokasi. Sejalan dengan visi “Bertakwa, Terampil, Mandiri”, sekolah ini diharapkan terus berperan sebagai pusat pembelajaran dan kolaborasi pendidikan vokasi di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, seluruh SMK peserta diharapkan mampu mengimplementasikan perencanaan berbasis data secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments