Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dr Sholihin Fanani: Selektiflah, Tak Semua yang Terlihat Halal Itu Halal

Iklan Landscape Smamda
Dr Sholihin Fanani: Selektiflah, Tak Semua yang Terlihat Halal Itu Halal
Dr Sholihin Fanani MPSDM ketika mengisi Kajian Ahad Pagi di PRM Tawangsari (Wildan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Yang haram itu sudah jelas, begitu juga dengan yang halal. Jangan dibolak-balik.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr Sholihin Fanani MPSDM, dalam Kajian Ahad Pagi yang digelar oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tawangsari.

Dalam kegiatan yang digelar di Masjid Al-Furqon Tawangsari pada Ahad (10/8/2025) tersebut, Sholihin Fanani menekankan bahwa Allah sudah menetapkan batas-batas yang halal dan haram.

“Hidup itu harus hati-hati. Mana barang yang halal, mana barang yang haram. Meski semenarik, selezat, dan semenggoda apapun barang tersebut, jika diharamkan oleh Allah, jangan sampai didekati,” tegasnya.

Dr Sholihin menuturkan bahwa terkadang kita menemui barang yang belum jelas kehalalannya. “Di sekitar kita banyak barang yang sepertinya halal padahal haram. Maka, sekali lagi, kita harus bisa selektif dan lebih jeli dalam memilih,” tuturnya.

Namun, lanjut Dr Sholihin, perlu ditekankan bahwa halal haram ini bukan hanya berlaku pada benda, namun juga perbuatan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Termasuk di dalamnya adalah pekerjaan. Jangan sampai kita bekerja di tempat yang diharamkan karena mendapat bayaran yang tinggi. Perlu diingat, tujuan kita bekerja tidak serta merta agar mendapat uang banyak, namun juga mendapatkan ridha dari Allah Swt,” tekan Dr Sholihin.

Ia menegaskan kepada jama’ah agar tidak khawatir dengan rezeki yang diberikan oleh Allah. “Jangan khawatir pada rezeki yang sudah ditetapkan oleh Allah. Setiap orang sudah memiliki rezekinya masing-masing, maka jangan sampai jama’ah sekalian mencari rezeki dengan cara yang diharamkan oleh Allah Swt,” pesannya.

Maka, sambung Dr Sholihin, kita harus memiliki rasa cukup dengan perkara dunia, dan terus merasa kurang dengan perkara akhirat.

“Dengan kita merasa cukup pada perkara dunia, kita bisa memiliki rasa qanaah dan bisa bersyukur kepada Allah Swt atas semua rezeki yang sudah diberikan kepada kita. Dengan demikian, kita bisa semakin selektif pada hal-hal yang sudah diharamkan oleh Allah Swt,” tutur Dr Sholihin. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡