Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dua Ketua PCM Ini Ungkap Kisah Sukses Gerakkan Ekonomi Umat

Iklan Landscape Smamda
Dua Ketua PCM Ini Ungkap Kisah Sukses Gerakkan Ekonomi Umat
pwmu.co -
Panelis Talkshow Gerak Ekonomi Muhammadiyah Lamongan (Eko/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dua Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Lamongan berbagi kisah inspiratif dalam menggerakkan roda ekonomi umat saat menjadi narasumber Talkshow dan Diskusi Gerak Ekonomi Cabang dan Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan.

Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan ini digelar di Ruang Serbaguna Masjid Asy Syifa Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML), Sabtu (5/7/2025).

Keduanya adalah Ketua PCM Brondong, Mat Iskan—akrab disapa Mbah Mat—yang dikenal sebagai pegiat pertanian melalui budidaya melon di green house miliknya, dan Ketua PCM Babat, Ahmad Arif Rahman Saidi, penggagas sekaligus ketua Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Mulia Babat yang fokus di sektor keuangan mikro.

Mbah Mat membuka pemaparannya dengan membacakan Surat al-A’raf ayat 58, tentang pentingnya tanah yang baik untuk tumbuhnya tanaman yang subur dengan izin Allah.

Ayat ini, menurutnya, menjadi spirit dasar dalam memaknai usaha pertanian sebagai jalan ibadah dan keberkahan.

“Yang terpenting sebagai petani adalah kita harus menanam. Bertani itu bergelut dengan tanah, air, dan tanaman. Jangan semua urusan diselesaikan dengan toko pertanian,” ujar mantan anggota DPRD Lamongan ini.

Ia menekankan pentingnya bertani dengan prinsip kemandirian dan pemanfaatan potensi lokal, seperti mengelola bibit, pupuk, dan obat-obatan sendiri tanpa ketergantungan berlebihan pada bahan kimia.

Keberanian dan ketekunan Mbah Mat ternyata menular. Sejumlah guru madrasah di lingkungannya ikut membangun green house dan kini mampu menghasilkan pendapatan tambahan Rp2,5–3 juta per bulan dari 1000 tanaman melon.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sementara itu, Ahmad Arif mengisahkan awal mula berdirinya BTM Mulia Babat sebagai respons terhadap menjamurnya praktik rentenir yang menjerat ekonomi masyarakat, termasuk guru ngaji dan pengurus persyarikatan.

“Sungguh memprihatinkan. Maka saya usulkan ke PCM Babat untuk mendirikan lembaga keuangan sendiri. Alhamdulillah sekarang banyak penjual di Pasar Babat yang menjadi nasabah BTM,” ujar pengusaha retail ini.

Berawal dari modal Rp200 juta, kini BTM Mulia telah berkembang pesat dengan aset mencapai Rp60 miliar. Layanan BTM tidak hanya tersedia di Babat, tetapi juga telah membuka cabang di beberapa PCM lain di Lamongan.

“Target kami sederhana: membantu umat terhindar dari rentenir, menyediakan akses keuangan yang adil, dan menghimpun dana umat untuk kepentingan umat. Jangan sampai dana umat hanya dikelola dan dinikmati segelintir orang,” tegasnya yang juga menjabat sebagai Sekretaris MEBP PDM Lamongan.

Acara ini menjadi momentum untuk membangkitkan semangat kemandirian ekonomi di tingkat cabang dan ranting Muhammadiyah sebagai bagian dari gerakan dakwah amar makruf nahi munkar di bidang ekonomi. (*)

Penulis Eko Hijrahyanto Erkasi Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu