Setelah menjalani program magang sejak Senin (29/9/2025) di SMK Muhammadiyah 3 Tulangan (Milan), Sidoarjo, dua peserta magang dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Aisyiyah Tulangan, M. Arif Syaifullah dan Nadia Sukma, resmi menyelesaikan masa magangnya pada Rabu (29/10/2025).
Selama satu bulan, kedua peserta magang tersebut menjalani program magang di SMK Milan dengan pendampingan intensif dari guru pembimbing dan tim kesiswaan.
Adanya program magang ini menunjukkan komitmen SMK Milan yang meskipun tergolong baru, namun penuh semangat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Selain itu, kehadiran peserta magang tersebut menjadi wujud nyata semangat SMK Milan dalam membuka ruang belajar yang setara bagi semua peserta didik, tanpa terkecuali.
Kegiatan magang ini merupakan bagian dari program pendidikan inklusi yang digagas oleh Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah dan dilaksanakan secara langsung oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sidoarjo.
Program ini bertujuan untuk memperluas kesempatan belajar bagi siswa berkebutuhan khusus sehingga mereka dapat berinteraksi, beradaptasi, dan mengasah keterampilan di lingkungan sekolah reguler.
Penyerahan kedua peserta magang dilakukan secara simbolis oleh Penanggung jawab Program Inklusi PDA Sidoarjo, Zakiyah Batati, yang didampingi oleh Majelis PAUD Dasmen PDA Sidoarjo, kepala sekolah, serta beberapa guru pendamping dari SLB Aisyiyah Tulangan.
Suasana yang hangat dan penuh haru menyelimuti acara penyerahan tersebut.
Dalam sambutannya, Zakiyah Batati menyampaikan harapan besar agar kegiatan magang ini dapat menjadi wadah belajar yang saling menguatkan antara sekolah reguler dan sekolah luar biasa.
“Kami berharap anak-anak ini dapat memperoleh pengalaman nyata di dunia kerja sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian dan kepercayaan diri. Ini juga merupakan wujud nyata sinergi antara Aisyiyah dan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan inklusi,” ujarnya.
Selama satu bulan menjalani program magang di SMK Milan, mereka terlibat dalam berbagai aktivitas sekolah, mulai dari kegiatan tata usaha, keterampilan dasar teknologi, hingga aktivitas sosial yang berhasil menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab.
Kepala SMK Milan, M. Arief M.Pd., menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah nyata untuk mewujudkan semangat ta’awun (tolong-menolong) dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
“SMK Milan akan terus membuka ruang bagi siapa pun yang ingin belajar dan berkembang, tanpa memandang keterbatasan fisik maupun kondisi khusus,” tegasnya.
Sinergi antara SMK Milan dan SLB Aisyiyah Tulangan ini menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar, berkarya, dan berkembang sesuai dengan potensinya.
Melalui semangat kolaborasi ini, pendidikan inklusif bukan hanya sekadar konsep, tetapi telah menjadi gerakan nyata yang memberikan kebermanfaatan bagi semua. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments