Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sidoarjo menggelar Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) 1, Sabtu (23/8/2025) bertepatan dengan 29 Safar 1447 H.
Kegiatan berlangsung di Aula SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, dihadiri jajaran Pimpinan Harian, seluruh anggota majelis, serta lima orang Pimpinan Harian Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Sidoarjo.
Dalam Musypimcab ini, PCA Sidoarjo menegaskan komitmennya mendukung Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah (GLHA). Salah satu bentuknya, setiap ranting diminta membawa makanan berbahan non-beras serta minuman herbal atau produk unggulan UMKM.
Beragam kreasi tersaji, mulai jajanan pasar dari singkong, ubi, hingga jagung, lengkap dengan produk kerajinan seperti tatakan panci, jampel, dan ikat rambut dari kain.
Sejak awal kedatangan, peserta diberi waktu 30 menit untuk menghias makanan dan minuman mereka secantik mungkin, bak lomba master chef.
Hadir sajian menarik, seperti srawut singkong berbentuk tumpeng merah putih dari PRA Sumput, susu jagung berbalut daun pisang andalan PRA Suko, minuman bunga telang hasil kebun PRA Jati, wedang secang khas PRA Gebang, hingga tahu petis dan srikaya jadul dari Pimpinan Harian.
Ketua PCA Sidoarjo, Haryanti, tampak terharu melihat antusiasme para ibu ranting. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan luar biasa ini. Semua ranting selalu bersemangat mendukung program PCA dan menindaklanjutinya di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sesuai tagline PCA Sidoarjo mewujudkan masyarakat literat dan perekonomian mandiri, tulisan para ibu ranting yang mengulas makanan tersebut akan diterbitkan menjadi sebuah antologi. “InsyaAllah ini akan menjadi antologi ketiga,” ujarnya.
Sementara itu, Jumiati SPd MM mengapresiasi langkah PCA Sidoarjo. “Ibu-ibu sangat tepat bila diberi tugas terkait makanan. Mereka akan berusaha maksimal dan hasilnya sungguh luar biasa,” tuturnya.
Dalam sesi coffee break, suasana semakin meriah. Tamu undangan dari PCM dan PDA Sidoarjo berkeliling mencicipi aneka sajian sambil memberikan apresiasi berupa kertas berbentuk hati kepada ranting dengan tampilan dan rasa terbaik.
Tampak Bapak Noer Wachid SE dan Edi dari PCM kesulitan menenteng banyak bingkisan makanan pemberian ibu-ibu.
Kemeriahan makin terasa saat antar ranting saling mencicipi dan menilai hidangan. Hadiah pun disiapkan bagi ranting yang berhasil mengumpulkan kertas hati terbanyak.
Musypimcab 1 PCA Sidoarjo akhirnya ditutup dalam suasana hangat penuh kebersamaan. Ber-Aisyiyah dengan gembira, hati senang, perut kenyang.
“Tidak penting siapa yang menang, karena semua berhak mendapatkan apresiasi,” ungkap panitia menutup acara. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments