Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia menyelenggarakan rangkaian podcast spesial pada Sabtu dan Ahad (14–15/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Hamka Malaysia ini mengulas perjalanan sejarah organisasi hingga arah pengembangan ke depan, termasuk peran komunitas Indonesia di Malaysia.
Selama dua hari pelaksanaan, podcast yang dipandu oleh Mega Ardina, M.Sc., menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.
Pada hari pertama, diskusi diawali dengan tema peran Wasola dalam diplomasi kuliner Indonesia di Malaysia. Sesi ini menghadirkan narasumber Assoc. Prof. Dr. Sonny Zulhuda dan Darsun Safuan, yang dimulai pukul 16.00.
Kemudian, pembahasan dilanjutkan dengan tema “Sejarah PCIM-PCIA” yang mengulas perjalanan internal organisasi. Sesi ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Sonny Zulhuda bersama Nita Nasyithah, M.Ed.
Pada hari kedua, pembahasan berfokus pada kontribusi pendidikan sosial melalui tema “Sejarah Sanggar Bimbingan”. Narasumber dari praktisi lapangan, Rosuli Aqil (SB Kepong) dan Nuriyatun Nafi’ah (SB Kampung Pandan), membagikan pengalaman dalam mengelola sanggar bimbingan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Sesi ini dimulai pukul 16.00.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi bertajuk “PCIM-PCIA Menyambut Masa Depan” yang menghadirkan Ketua PCIM Malaysia, H. Fauzi Fathkur, dan Ketua PCIA Malaysia, Dr. Dini Oktarina Dwi Handayani. Diskusi ini menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi organisasi dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis. Acara berakhir pada pukul 18.00.
Penanggung jawab program, Aditya Pratama, S.S., M.HSc., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan podcast ini, termasuk para narasumber dan tim MPI.
Ketua PCIM Malaysia, H. Fauzi Fathkur, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan Majelis Pustaka dan Informasi ini merupakan langkah baru dalam menyebarkan dakwah melalui podcast di media sosial.
Kegiatan ini diharapkan menjadi dokumentasi literasi digital yang bermanfaat bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia di Malaysia, sekaligus mempererat silaturahmi melalui pemanfaatan media kreatif.





0 Tanggapan
Empty Comments