Ketua PDM Sidoarjo menilai sosok Bayu Firdaus sebagai role model dakwah digital yang dibutuhkan umat di era saat ini, seiring kiprahnya yang berhasil menembus forum dai digital tingkat nasional.
Pencapaian tersebut tidak lepas dari keberhasilan Bayu Firdaus, kader muda dari Divisi Dakwah Digital Majelis Tabligh PDM Sidoarjo, yang terpilih sebagai anggota Forum Dai Digital Muhammadiyah (Fordigimu) PP Muhammadiyah.
Lolos Seleksi Nasional yang Ketat
Bayu Firdaus mengungkapkan bahwa proses seleksi Fordigimu berlangsung cukup ketat dan diikuti hampir 500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia sejak tahun 2025.
Peserta diwajibkan menyelesaikan berbagai tugas yang kemudian diseleksi sebelum masuk tahap wawancara secara langsung.
“Setelah lolos seleksi tugas, ada tahapan wawancara tatap muka,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada Maret 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadan, hanya 30 peserta yang akhirnya terpilih menjadi bagian dari Fordigimu.
Pesan Dakwah untuk Generasi Muda
Dalam kesempatan tersebut, Bayu Firdaus menyampaikan tiga pesan penting terkait pengembangan dakwah di era digital.
Pertama, generasi muda membutuhkan ruang untuk berkembang, dan masjid harus mampu menjadi wadah tersebut agar mereka tertarik untuk berkontribusi.
Kedua, ia mengingatkan bahwa masjid akan tertinggal jika kehilangan peran anak muda dalam pengelolaannya.
“Jika masjid kehilangan anak muda, maka masjid akan ketinggalan zaman,” tegasnya.
Ketiga, Bayu menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam dakwah.
Menurutnya, dakwah digital memungkinkan pesan keagamaan menjangkau audiens yang jauh lebih luas, bahkan hingga jutaan orang tanpa batas geografis.
Apresiasi dari Ketua PDM Sidoarjo
Ketua PDM Sidoarjo, Prof. Dr. Dzo’ul Milal, memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Bayu Firdaus.
Ia menilai kehadiran sosok seperti Bayu sangat dibutuhkan sebagai role model bagi generasi muda Muhammadiyah.
“PDM Sidoarjo membutuhkan banyak figur seperti Bayu Firdaus,” ujarnya.
Ia juga berharap Bayu dapat terus berkontribusi lebih luas dalam mengembangkan dakwah yang berdampak bagi masyarakat.
Harapan Baru Dakwah Digital
Senada dengan itu, Rozaq Akbar dari Majelis Tabligh PDM Sidoarjo menyebut terpilihnya Bayu sebagai harapan baru dalam pengembangan dakwah.
Menurutnya, dakwah ke depan tidak hanya harus hadir, tetapi juga tepat sasaran, cerdas, dan dapat dipercaya di tengah derasnya arus informasi digital.
“Ini menjadi langkah nyata menghadirkan dakwah yang tidak hanya tersebar, tetapi juga membimbing umat,” pungkasnya.
Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk aktif berkontribusi dalam dakwah, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital yang semakin berkembang.





0 Tanggapan
Empty Comments