Guru mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia jenjang SMP/MTs/SMA/SMK yang tergabung dalam Forum Guru Muhammadiyah Banyuwangi menggelar rapat koordinasi terkait Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 56 Tahun 2026 tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan SMA ini diikuti oleh 23 guru dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Banyuwangi.
FGM Banyuwangi sendiri merupakan wadah musyawarah dan diskusi bagi guru-guru Muhammadiyah, sekaligus sarana untuk mengakomodasi berbagai persoalan pendidikan serta memberikan kontribusi pemikiran demi kemajuan pendidikan secara umum.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan dari 11 sekolah Muhammadiyah jenjang pendidikan menengah di wilayah Banyuwangi bagian barat, meliputi Kecamatan Muncar, Gambiran, Genteng, Glenmore, dan Kalibaru. Secara keseluruhan, terdapat 27 sekolah Muhammadiyah jenjang SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Banyuwangi.
Acara dibuka pukul 09.00 WIB dengan rangkaian kegiatan formal, mulai dari pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Sang Surya, sambutan, diskusi, hingga penutup.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua FGM Banyuwangi, Mukson Hidayat, S.Pd., M.T., yang mengapresiasi kehadiran para peserta.
“untuk undangan kali ini kami sengaja menghadirkan bapak dan ibu guru mengampu materi bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasi Enggris dan selanjutnya nanti bisa pengampu mata pelajaran yang lain,” ujar Mukson.
Ia juga menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum untuk menyatukan visi terkait implementasi TKA di lingkungan Muhammadiyah Banyuwangi.
“kami mengundang hadirkan bapak dan ibu guru sekalian dalam rangka musyawarah, berdiskusi terkait dengan program bapak menteri Dikdasmen sebagaimana tertuang pada keputusan No.56 tahun 2026 terkait TKA yang sifatnya Nasional, kami berfikir alangkah indahnya jika pembuatan soal TKA, kita diberi wewenang untuk membuat soal sendiri khususnya perguruan Muhammadiyah se-Banyuwangi dengan tidak terlepas dari koridor ketentuan kementrian Dikdasmen, dan pada sesi musyawarah nanti kita diskusikan, kita satukan visi dan hasilnya nanti kita serahkan kepada majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi , jelasnya.”
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh Sekretaris FGM Banyuwangi, Asrofi, S.Pd.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pembahasan seputar implementasi TKA serta tantangan yang dihadapi para guru di lapangan. Kegiatan diskusi berakhir sekitar pukul 11.20 WIB, kemudian dilanjutkan dengan salat dzuhur berjamaah sebelum para peserta meninggalkan lokasi.
Rapat koordinasi ini diharapkan mampu menghasilkan kesepahaman bersama serta rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi.





0 Tanggapan
Empty Comments