Pelaksanaan ujian praktik muhadatsah di SD Muhammadiyah 1&2 Taman (SD Mumtaz) berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat (28/4/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen sekolah dalam membiasakan peserta didik menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari, khususnya dalam percakapan sederhana yang aplikatif.
Para siswa menunjukkan keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan berbahasa yang sangat baik sesuai dengan jenjang mereka.
Tidak hanya hafal dialog, tetapi juga mampu menampilkan ekspresi dan pelafalan yang cukup fasih. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan selama ini berjalan efektif dan berkesinambungan.
Ujian praktik muhadatsah ini bukan sekadar penilaian akademik, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter siswa agar lebih percaya diri, disiplin, dan mencintai bahasa al-Quran. Dukungan guru, orang tua, serta lingkungan sekolah sangat berperan dalam keberhasilan program ini.
Suasana ujian mulai terasa ketika satu per satu siswa tampil berani menyapa guru dan teman dengan kosakata sehari-hari: Shobahul khoir (Selamat pagi), Masaaul khoir (Selamat siang), Ahlan wa sahlan (Selamat datang), hingga ila liqo’ (Selamat tinggal).
Di balik sederet kalimat itu, ada tiga keterampilan yang dinilai sekaligus, yaitu istima’ (menyimak pertanyaan guru), kalam (menjawab dan berbicara), serta qira’ah (membaca teks Arab pendek).
Menurut Dina Nurul Fitria, S.Pd.I., salah satu penguji uprak memastikan siswa tidak hanya “tahu” Bahasa Arab, tapi benar-benar “bisa” menggunakannya secara lisan.
“Latihan keberanian menjadi bagian penting agar anak-anak tidak malu atau takut salah saat melafalkan huruf hijaiyah. Yang dikejar adalah pembiasaan, bukan kesempurnaan instan” ucapnya.
Tak hanya itu, praktik ini juga menjadi bekal nyata bagi siswa yang akan melanjutkan ke MTs atau SMP. Di jenjang berikutnya, pelajaran Bahasa Arab akan lebih dalam.
Dengan pembiasaan berbicara sejak sekarang, mereka diharapkan lebih mudah beradaptasi. Lebih jauh lagi, praktik langsung seperti ini menumbuhkan rasa cinta terhadap Bahasa al-Quran, membuat siswa lebih dekat dan senang belajar.
Eli Mahmudah, S.Ag, M.Pd., selaku penguji uprak juga menyampaikan “Kegiatan seperti ini terus dikembangkan agar siswa semakin termotivasi untuk belajar bahasa Arab dengan menyenangkan dan bermakna, sehingga mampu menjadi generasi islami yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ucapnya.
Para siswa menunjukkan usaha yang baik. Keberanian dan kelancaran mereka terus meningkat dibanding latihan-latihan sebelumnya.
Meski masih ada yang terbata-bata, semangat dan kemauan untuk mencoba patut diapresiasi. Terus jaga niat belajar Bahasa Arab untuk memahami al-Quran.
Jangan berhenti, karena setiap kalimat yang kau ucapkan adalah langkahmu mendekat kepada kitab suci.
Melalui kegiatan ini, SD Mumtaz kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi juga pada keterampilan nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments