
Pelepasan busur panah ke sasaran sebagai pembukaan ekstra Archery di SD Muhammadiyah Sidayu, Rabu (16/07/2025). (Khoiruddin/PWMU.CO).
PWMU.CO – MPLS ramah 2025 SD Muhammadiyah Sidayu (SD MUHSIDA) hari kedua teramaikan oleh 327 siswa, Rabu (16/07/2025). Pada agenda ini, SD MUHSIDA turut melaunching ekstra baru, yaitu Archery & Launching program literasi yang berlanjut dengan sedekah buku.
Dengan tema “Melangkah Bersama, Meraih Masa Depan gemilang”, MPLS RAMAH 2025 SD Muhammadiyah Sidayu (MUHSIDA) mengenalkan beberapa macam ekstrakurikuler kepada siswa baru. Antara lain:
- Tapak Suci
- Hisbul Wathan
- Futsal
- Komputer
- Band Bocah
- Dram Band
- Olimpiade IPA
- Olimpiade MTK
Sekilas Panahan
Archery atau panahan merupakan olahraga atau kegiatan yang melibatkan menembakkan anak panah menggunakan busur untuk mencapai target atau sasaran.
“Jadi, jika ada yang bertanya Archery itu apa?, jawabannya adalah Archery itu panahan” ujar kepala SD MUHSIDA Eka Nurlailiyah SPdI.
Suara tepuk tangan bergemuruh ketika Tsabit Qeis Salam kelas 2 memanah dengan jarak 10 meter. Suasana menjadi tegang ketika kiki, sapaan Tsabit Qeis Salam, membidik anak panah ke sasaran.
Dengan hitungan mundur, tiga, dua, satu,,,wesss..jlebb, anak panah melesat dan tepat di titik putih bagian tengah. Seketika siswa siswi dari kelas 1 sampai kelas 6 meloncet kegirangan.
“Horeee” teriak hamzah siswa kelas 6 sambil meloncat kegirangan. Wakil kepala sekolah bagian kurikulum Pak Nur Ananda Hadi mengatakan esensi panahan tersebut.
“Ekstrakurikuler panahan adalah kegiatan di luar jam pelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan memanah dan mempromosikan olahraga panahan di kalangan siswa. Selain itu, ekstrakurikuler ini juga bermanfaat dalam membentuk karakter siswa, meningkatkan fokus, disiplin, dan kesabaran” terangnya.
Di sisi lain, Kepala sekolah Eka Nurlailiya SPd.I memberikan keterangan perihal ekstrakurikuler panahan tersebut.
“Panahan merupakan salah satu olahraga yang memiliki spesifikasi khusus. Dan termasuk salah satu olahraga yang eksklusif karena diwajibkan memiliki peralatan seperti busur dan anak panah” terangnya.
650 Eksemplar Sumbangan Buku Bacaan
Dengan berbaris rapi, siswa siswi SD MUHSIDA meletakkan buku bacaan yang mereka bawa dari rumah di kotak yang sudah tersedia.
Tak ketinggalan, guru dan karyawan turut mengumpulkan buku bacaan yang mereka bawa dari rumah. Sehingga, total terkumpul buku bacaan sebanyak 650 buku, yang nantinya akan bertempat di sudut sedut kelas sebagai pojok baca di tiap-tiap kelas mulai kelas 1 sampai dengan kelas 6.
Program literasi dan sedekah buku adalah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan ketersediaan buku di sekolah.
“Program ini biasanya melibatkan kegiatan pengumpulan buku bekas layak baca yang kemudian disumbangkan ke sekolah sebagai bacaan anak-anak SD MUHSIDA”kata Eka di sela-sela pengumpulan buku bekas layak baca.
Dengan menyediakan akses lebih luas ke buku, Eka berharap program ini dapat menumbuhkan minat baca dan kecintaan pada buku. Lebih lanjut, Eka juga mengatakan sejumlah manfaat dari Program ini. Bagi penyumbang, mereka dapat merasakan kepuasan karena telah berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan membantu teman sejawatnya.
Adapun bagi penerima, mereka bisa mendapatkan akses lebih luas ke buku, meningkatkan minat baca, dan memperkaya pengetahuan.
Program literasi dan sedekah buku merupakan inisiatif yang sangat positif dan berdampak luas dalam membangun siswa siswi yang literat.
Penulis Muhammad Khoiruddin, Editor Danar Trivasya Fikri






0 Tanggapan
Empty Comments