Irlandia, Belanda, Slovenia, dan Spanyol memutuskan untuk tidak mengikuti Kontes Lagu Eurovision tahun depan sebagai bentuk protes atas keputusan panitia yang tetap mengizinkan Israel berkompetisi.
Keputusan empat negara ini muncul tak lama setelah Uni Penyiaran Eropa (EBU)—penyelenggara Eurovision—menyatakan bahwa tidak akan ada pemungutan suara terkait partisipasi Israel, meskipun sejumlah anggota meminta hal tersebut dipertimbangkan.
Pihak yang menolak keikutsertaan Israel menuding negara itu melakukan tindakan genosida di Gaza, dengan jumlah korban yang dilaporkan telah mencapai lebih dari 70.125 jiwa. Mereka juga memprotes dugaan campur tangan Israel dalam kompetisi sebelumnya untuk menguntungkan wakilnya.
Dalam pernyataannya, EBU menyebut para anggotanya mendukung serangkaian reformasi untuk menjaga kepercayaan publik dan mempertahankan netralitas ajang tersebut. Salah satu perubahan adalah menghadirkan kembali juri profesional yang diperluas pada babak semifinal agar tidak ada pihak yang dapat mempromosikan lagu secara berlebihan demi mempengaruhi hasil pemungutan suara.
AVROTROS, lembaga penyiaran Belanda, menilai bahwa kondisi saat ini membuat partisipasi mereka “tidak sejalan dengan nilai-nilai publik” yang mereka anut. Mereka juga menuding Israel terbukti melakukan intervensi dalam pemungutan suara tahun lalu serta melakukan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers selama agresi di Gaza.
Irlandia, melalui penyiar nasional RTE, menyatakan bahwa mereka tidak akan ikut serta dalam Eurovision 2026 dengan alasan “tragedi kemanusiaan dan banyaknya korban jiwa di Gaza”.
Slovenia juga mengambil sikap serupa. Stasiun penyiaran nasionalnya menyebut keputusan mereka dilakukan “untuk menghormati 20.000 anak yang tewas di Gaza”.
Dari Spanyol, RTVE memastikan bahwa mereka juga akan absen dari edisi ke-70 Eurovision yang akan digelar di Wina. Mereka menilai situasi di Gaza, meskipun ada gencatan senjata dan upaya proses perdamaian, serta penggunaan ajang tersebut untuk kepentingan politik oleh Israel, membuat Eurovision semakin sulit dipertahankan sebagai acara budaya yang netral.
Di sisi lain, tidak semua negara memberikan respons serupa. Jerman justru menegaskan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi apabila Israel dilarang mengikuti Eurovision. Menteri Kebudayaan Jerman, Wolfram Weimer, menekankan bahwa “Israel adalah bagian dari Kontes Lagu Eurovision”.
Sementara itu, Presiden Israel Isaac Herzog menyambut keputusan EBU dengan mengatakan bahwa negaranya—yang menurutnya tengah menghadapi kampanye negatif global—“berhak untuk tampil dan diwakili di panggung mana pun di dunia”. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments