Ribuan warga Muhammadiyah memadati Lapangan Masjid Darussalam di Desa Sukodadi, Lamongan, untuk menunaikan Shalat Idulfitri 1 Syawal 1447 H pada Jumat (20/3) dalam suasana khidmat yang diiringi gema takbir sejak pagi hari.
Pelaksanaan Shalat Idulfitri Lamongan ini semakin bermakna dengan kehadiran Ustaz Dr. Dhadhang Wahyu Kurniawan, S.Si., Apt., M.SC., yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib dan menyampaikan khutbah bertema globalisasi peradaban Islam di hadapan ribuan jamaah.
Khutbah Idulfitri Lamongan Soroti Ketertinggalan Umat
Dalam khutbah Idulfitri Lamongan tersebut, Dr. Dhadhang menyoroti kondisi umat Islam di tingkat global yang dinilai masih tertinggal dibandingkan negara-negara non-Muslim dalam aspek kemakmuran dan transparansi.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai ironi yang perlu menjadi bahan refleksi, khususnya bagi negara dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Indonesia.
“Sangat ironis ketika kita melihat data global. Negara-negara yang makmur dan bersih justru seringkali bukan negara Islam. Di negeri kita sendiri, kita masih bergelut dengan korupsi dan berbagai penyakit sosial,” ujarnya di hadapan jamaah.
Islam Harus Seimbang antara Iman dan Sains
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Islam tidak boleh hanya dipahami sebagai ritual semata, tetapi harus mencakup penguasaan ilmu pengetahuan serta pembentukan akhlak yang mulia.
Dalam khutbah Idulfitri Lamongan itu, ia juga mengingatkan kembali kejayaan Islam melalui tokoh seperti Ibnu Sina yang menjadi pelopor kedokteran dunia.
Menurutnya, kemajuan umat hanya dapat dicapai jika iman dan teknologi berjalan beriringan.
Refleksi Konflik Dunia Islam
Di tengah suasana Idulfitri, khatib juga menyinggung berbagai konflik global yang masih melanda dunia Islam, mulai dari Palestina hingga ketegangan geopolitik seperti konflik Israel-Iran.
Kondisi tersebut dinilai sebagai cerminan bahwa ketika peradaban tertinggal, maka posisi politik umat Islam akan berada dalam kondisi rentan.
Karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan, etika, serta kontribusi sosial umat.
Idulfitri Jadi Momentum Perubahan
Pelaksanaan Shalat Idulfitri Lamongan di Sukodadi tahun ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga momentum refleksi bagi warga Muhammadiyah untuk mengamalkan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Makna kemenangan Idulfitri harus diwujudkan melalui tindakan nyata seperti melawan korupsi, menjaga etika di masyarakat, serta mendorong generasi muda untuk melek teknologi.
Dengan demikian, umat Islam diharapkan mampu bangkit dan berkontribusi dalam membangun peradaban yang lebih maju di masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments