Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Inovasi Tepung Pakcoy Umsida, Ubah Sayur Jadi Produk Bernilai Tinggi

Iklan Landscape Smamda
Inovasi Tepung Pakcoy Umsida, Ubah Sayur Jadi Produk Bernilai Tinggi
Pembuatan tepung pakcoy oleh tim abdimas umsida
pwmu.co -

Inovasi tepung pakcoy Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menjadi solusi baru dalam meningkatkan nilai tambah hasil panen hidroponik masyarakat.

Tim pengabdian Umsida mengenalkan inovasi ini kepada Kelompok Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot) RW XI Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Program inovasi tepung pakcoy Umsida ini bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus memperpanjang umur simpan hasil panen.

Kegiatan ini melibatkan dosen Teknologi Pangan Umsida, di antaranya Prof. Dr. Andriani Eko Prihatiningrum, Rima Azara, serta Rahmah Utami Budiandari yang memberikan pendampingan langsung kepada warga.

RW XI Desa Sumorame dikenal sebagai wilayah yang aktif mengembangkan tanaman organik melalui sistem hidroponik. Inovasi tepung pakcoy Umsida hadir sebagai penguatan program ketahanan pangan berbasis lahan sempit.

“Masyarakat di sini sudah terbiasa produktif meskipun dengan lahan terbatas,” ujar Rahmah.

Kolaborasi antara Umsida dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEPA) turut memperkuat kegiatan ini.

Dalam inovasi tepung pakcoy Umsida, tanaman pakcoy dipilih karena mudah dibudidayakan dan memiliki kandungan nutrisi tinggi.

Pakcoy mengandung protein, kalsium, zat besi, serta vitamin C yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, masa panennya relatif cepat dan cocok untuk skala rumah tangga.

“Pakcoy ini fleksibel, mudah ditanam, dan cepat panen,” jelas Rahmah.

SMPM 5 Pucang SBY

Inovasi tepung pakcoy Umsida juga menjawab permasalahan utama petani, yaitu hasil panen yang cepat layu.

Dengan diolah menjadi tepung, pakcoy dapat disimpan lebih lama dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Dengan dijadikan tepung, pakcoy bisa bertahan hingga berbulan-bulan,” ungkap Rahmah.

Proses pembuatan dilakukan menggunakan food dehydrator untuk mengurangi kadar air, kemudian dihaluskan menjadi tepung.

Produk ini dapat diolah menjadi berbagai makanan seperti puding, es krim, hingga camilan sehat.

Dalam kegiatan inovasi tepung pakcoy Umsida, peserta juga mengikuti pre-test dan diskusi interaktif terkait peluang usaha.

Tim pengabdian Umsida turut menyerahkan alat pendukung seperti food dehydrator dan vacuum sealer agar warga dapat langsung memproduksi secara mandiri.

“Kami harap program ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga,” pungkas Rahmah.

Revisi Oleh:
  • Satria - 15/04/2026 20:57
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡