Siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar Rp42.405.000 melalui program Entrepreneurship for Charity. Dana tersebut akan disalurkan kepada Panti Asuhan Aisyiyah Bumiaji (Apple Sun) di Kota Batu, Jawa Timur.
Penyerahan hasil program berlangsung di halaman SDMM, Senin (12/10/2026). Tiga ketua kelas, yakni Muhammad Ramadhani Saputra dari kelas 5 Alfa, Muhammad Zaky Al Fahrezi dari kelas 5 Beta, dan Aliya Putri Wibowo dari kelas 5 Gamma, menyerahkan hasil keuntungan kepada Kepala SDMM, Ustadzah Athiq Amiliyah, S.Pd.
Capaian tersebut menjadi perolehan tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan keterangan dalam laporan kegiatan, jumlah keuntungan tahun ini meningkat sekitar 61,3 persen.
Program ini menjadi bukti kolaborasi siswa, guru, dan wali siswa dalam menggabungkan pembelajaran kewirausahaan dengan kepedulian sosial.
Program Entrepreneurship for Charity berlangsung sejak awal Agustus hingga akhir September 2026. Selama periode tersebut, halaman SDMM menjadi tempat praktik kewirausahaan bagi siswa kelas 5.
Setiap Selasa dan Jumat, sebanyak 12 siswa mendapat kesempatan membuka lapak makanan dan minuman. Mereka terlibat langsung dalam berbagai aktivitas, mulai dari menawarkan jajanan, melayani pembeli, menghitung uang, hingga memastikan dagangan terjual.
Setiap siswa memperoleh kesempatan berjualan sebanyak dua kali selama program berlangsung.
Melalui kegiatan ini, siswa mempraktikkan sejumlah keterampilan yang dipelajari di sekolah. Transaksi jual beli membantu mereka menerapkan matematika, sedangkan kegiatan menawarkan produk dan melayani pembeli melatih komunikasi serta kepercayaan diri.
Mereka juga belajar mandiri, bertanggung jawab, dan bekerja sama ketika menyiapkan serta mengelola lapak.
Namun, tujuan utama program ini tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan keuntungan. Seluruh laba dikumpulkan untuk membantu anak-anak di panti asuhan.
Dengan demikian, siswa belajar bahwa hasil usaha tidak hanya dapat digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga bisa memberikan manfaat bagi orang lain.
Kolaborasi tiga kelas, yakni 5 Alfa, 5 Beta, dan 5 Gamma, menghasilkan laba bersih sebesar Rp42.405.000.
Pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses yang melibatkan kerja sama, kreativitas, dan dukungan berbagai pihak. Bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal dunia usaha melalui pengalaman langsung.
Mereka belajar bahwa berwirausaha membutuhkan sejumlah tahapan, mulai dari menyiapkan barang dagangan dan menentukan harga, hingga melayani pembeli serta menghitung hasil penjualan.
Ketua Jenjang Kelas 5, Zahara Firdausi, S.Pd., menjelaskan bahwa program tersebut dirancang bukan semata-mata untuk memperoleh keuntungan. Kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan proses jual beli, perhitungan laba dan rugi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Melalui pengalaman tersebut, siswa diharapkan memahami bahwa keberhasilan berwirausaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya keuntungan, tetapi juga oleh nilai-nilai yang dipelajari selama prosesnya.
Keberhasilan program Entrepreneurship for Charity tidak lepas dari keterlibatan para wali siswa. Mereka membantu menyediakan bahan, meracik, hingga menyiapkan makanan dan minuman yang dijual oleh anak-anak.
Kolaborasi antara sekolah, siswa, dan wali siswa menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan. Pendampingan tersebut sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk belajar berwirausaha melalui praktik nyata.
Zahara Firdausi berharap program ini memberikan pengalaman bermakna bagi seluruh siswa kelas 5.
“Semoga melalui kegiatan Entrepreneurship for Charity ini, selain mengenal bagaimana proses jual beli, anak-anak juga dapat memahami bagaimana ikhlas untuk berbagi. Sebab, laba yang mereka dapatkan bukan untuk dinikmati sendiri, melainkan harus ikhlas dibagikan kepada teman-teman yang membutuhkan,” ungkapnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan juga dapat menjadi sarana membangun karakter. Selain memahami proses usaha, siswa belajar mengenai keikhlasan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Kepala SDMM, Ustadzah Athiq Amiliyah, S.Pd., mengapresiasi pencapaian para siswa. Ia bersyukur atas hasil yang diperoleh sekaligus menekankan pentingnya proses pembelajaran di balik angka tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga atas capaian Rp42.405.000 yang insyaallah menjadi yang terbesar dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, yang paling berharga bukan semata angkanya, melainkan proses belajar anak-anak dalam berwirausaha, bekerja sama, bersikap jujur dan amanah, serta menumbuhkan kepedulian kepada sesama,” tuturnya.
Menurut Athiq, pengalaman tersebut diharapkan tetap melekat pada diri siswa meskipun program telah berakhir. Semangat berwirausaha, kreativitas, kerja sama, dan kebiasaan berbagi diharapkan terus berkembang menjadi bagian dari karakter mereka.
Melalui Entrepreneurship for Charity, siswa kelas 5 SDMM tidak hanya belajar menghasilkan keuntungan dari kegiatan jual beli. Mereka juga belajar menggunakan hasil usaha untuk membantu sesama.
Dari lapak-lapak kecil di halaman sekolah, tumbuh pelajaran besar tentang kebermanfaatan: berusaha dapat menghasilkan, tetapi berbagi membuat hasil usaha menjadi lebih berarti.





0 Tanggapan
Empty Comments