Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Eri Cahyadi Tantang Pemimpin Baru IMM Surabaya: Saya Tunggu Pembuktian Nyata Kalian!

Iklan Landscape Smamda
Eri Cahyadi Tantang Pemimpin Baru IMM Surabaya: Saya Tunggu Pembuktian Nyata Kalian!
Stadium Generale oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam Pembukaan Musycab PC IMM Kota Surabaya (Hisyam/PWMU.CO)
pwmu.co -

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan peran strategis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai kekuatan perubahan sosial dalam pembukaan Musyawarah Cabang (Musycab) ke-XXXVI PC IMM Kota Surabaya di Gedung At-Tauhid, Sabtu (24/1/2026). Menurutnya, seluruh perubahan besar dalam sejarah selalu lahir dari keberanian dan gerakan anak muda.

Dalam sambutannya, Eri Cahyadi mengajak kader IMM untuk memperhatikan sirah nabawiyah dan sebagaimana yang telah disampaikan Dr. M. Ridlwan dalam pesannya kepada para kader-kader IMM Kota Surabaya. Selain menegaskan peran pemuda dari sejarah Islam, ia juga merefleksikan peristiwa Rengasdengklok yang menjadi tonggak penting lahirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

“Tidak akan pernah ada Proklamasi Kemerdekaan tanpa peristiwa Rengasdengklok. Semua perubahan besar itu dimulai oleh pemuda,” tegas Eri.

Eri berharap Musycab ke-XXXVI PC IMM Kota Surabaya mampu melahirkan kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan umat dan masyarakat luas, bukan pada kepentingan pribadi maupun kelompok.

Eri Cahyadi Tantang Pemimpin Baru IMM Surabaya Saya Tunggu Pembuktian Nyata Kalian!(2)
Penyerahan Cinderamata dari Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya, Erfanda Andi Mada ke Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Hisyam/PWMU.CO)

“Saya berharap Musycab ini melahirkan kepemimpinan IMM yang benar-benar berpihak pada kepentingan umat, bukan kepentingan pribadi atau golongan,” ujarnya.

Menurut Eri, kader IMM memiliki modal sosial dan moral yang kuat berupa iman, akhlak, dan kecakapan. Ia menegaskan bahwa meskipun kader IMM berasal dari berbagai daerah, ketika telah berpijak di Surabaya, maka kota ini harus menjadi ruang pengabdian bersama.

“Kader IMM mungkin berasal dari berbagai daerah, tetapi ketika kaki sudah berpijak di Surabaya, maka Surabaya harus menjadi medan pengabdian,” katanya.

Lebih jauh, Eri mendorong IMM untuk turun langsung ke masyarakat melalui kerja-kerja nyata: mengawal bantuan sosial agar tepat sasaran, mendidik generasi muda agar memiliki iman dan akhlak, serta membangun kecakapan anak-anak muda Surabaya. Ia juga menyampaikan visinya tentang pembangunan kepemudaan, di mana gerakan pemuda tidak digerakkan oleh elit birokrasi, melainkan oleh anak muda itu sendiri.

“Saya bermimpi, setiap program pembinaan pemuda di Surabaya digerakkan oleh anak-anak muda. Bukan pejabat yang turun, tetapi Mas Erfanda, teman-teman Cipayung Plus, IMM, dan organisasi kepemudaan lain yang bergerak bersama,” ungkap Eri Cahyadi.

Dalam konteks politik, Eri secara tegas mengajak anak muda untuk tidak menjauhi politik, melainkan mengubahnya menjadi alat perjuangan sosial.

“Anak muda jangan alergi terhadap politik. Turunlah, ubahlah politik. Politik harus menjadi alat perjuangan untuk kemaslahatan umum,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Surabaya tidak membutuhkan figur pemimpin tunggal yang heroik, tetapi membutuhkan gerakan kolektif anak muda yang memiliki spirit gotong royong, iman, akhlak, dan kecakapan.

“Surabaya tidak butuh wali kota yang hebat. Surabaya butuh orang-orang yang mau berbagi, mau gotong royong, punya iman, akhlak, dan kecakapan. Kalian semua adalah calon-calon pemimpin itu,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Eri Cahyadi berharap Musycab ke-XXXVI PC IMM Kota Surabaya berjalan lancar dan sukses. Ia menantikan pembuktian nyata dari kepemimpinan IMM ke depan sebagai motor perubahan sosial di Kota Surabaya.

“Siapa pun yang terpilih nanti, saya tunggu pembuktiannya. Buktikan bahwa IMM Kota Surabaya mampu menjadi motor perubahan,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu