Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Evaluasi Program BBQ: Membaca Al-Qur’an di Tengah Krisis Spiritualitas Generasi Muda

Iklan Landscape Smamda
Evaluasi Program BBQ: Membaca Al-Qur’an di Tengah Krisis Spiritualitas Generasi Muda
Imroatul ‘Afifah. Foto: Istimewa
Oleh : Imroatul ‘Afifah Guru Pendidikan Agama Islam
pwmu.co -

Evaluasi Perencanaan dan Pelaksanaan

Program BBQ (Baca-Baca Al-Qur’an) di SMK Muhammadiyah 1 Jakarta sejatinya telah dirancang dengan sistematis.

Struktur pelaksanaannya mencakup tes penempatan untuk memetakan kemampuan awal siswa, pembagian kelompok sesuai tingkat keterampilan membaca, serta pembiasaan ibadah seperti salat duha dan kultum yang berfungsi menanamkan karakter religius.

Secara konseptual, rancangan ini menunjukkan adanya keseriusan sekolah dalam membangun kurikulum integratif yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan spiritualitas siswa.

Namun, evaluasi terhadap implementasi program memperlihatkan sejumlah catatan penting yang perlu ditelaah secara kritis:

1. Perencanaan Target hafalan juz 30 yang ditetapkan memang mulia dan sejalan dengan visi mencetak lulusan Qur’ani.

Akan tetapi, pertanyaan mendasar muncul: apakah target tersebut realistis jika fondasi bacaan siswa masih rapuh?

Banyak siswa belum menguasai makharijul huruf dan kaidah tajwid secara konsisten.

Hal ini menimbulkan kesenjangan antara tujuan ideal dan kondisi faktual, sehingga perencanaan perlu lebih adaptif terhadap kemampuan dasar peserta didik.

2. Pelaksanaan Metode tradisional seperti sorogan, talaqqi, dan tutor sebaya telah diterapkan untuk memperbaiki bacaan dan memperkuat hafalan. Secara pedagogis, metode ini relevan karena menekankan interaksi langsung antara guru dan siswa.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada motivasi internal peserta didik. Tanpa kesadaran dan semangat belajar yang tumbuh dari dalam diri, metode sehebat apa pun akan kehilangan daya guna.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian siswa masih pasif dan hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah, sehingga proses internalisasi nilai Al-Qur’an belum optimal.

3. Penilaian Sistem evaluasi lebih banyak menekankan pada capaian hafalan dan kelancaran bacaan. Padahal, membaca Al-Qur’an bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan juga sarana pembentukan karakter dan kecintaan terhadap kitab suci.

Aspek afektif—seperti kedisiplinan, keikhlasan, dan rasa cinta terhadap Al-Qur’an—seharusnya menjadi bagian integral dari penilaian.

Tanpa pengukuran yang menyeluruh, pembelajaran berisiko terjebak pada formalitas capaian kuantitatif, bukan kualitas spiritual.

Narasi evaluasi ini menunjukkan bahwa meskipun program BBQ telah memiliki kerangka sistematis, implementasinya masih menghadapi tantangan serius.

Ada kesenjangan antara tujuan ideal dan realitas lapangan. Oleh karena itu, evaluasi akademik menegaskan perlunya:

– Penyesuaian target hafalan dengan kondisi riil siswa,
– Penguatan motivasi internal melalui pendekatan humanistik,
– Integrasi penilaian karakter dan spiritualitas sebagai bagian dari kurikulum.

Dengan demikian, program BBQ tidak hanya menjadi wadah pembelajaran teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana pembentukan identitas spiritual generasi muda yang kokoh menghadapi arus globalisasi.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu