Fenomena alam langka berupa parade enam planet yang tampak berjajar di langit menjadi pengalaman berharga bagi ratusan siswa program Tahfidz SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Kegiatan observasi astronomi ini dilaksanakan pada Sabtu (28/2/2026) di rooftop lantai 8 Smamita, menjelang waktu magrib.
Seusai melaksanakan salat Asar berjamaah, para siswa dengan penuh antusias bersiap mengikuti observasi sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual ilmu falak yang memadukan sains dan nilai keislaman. Kegiatan tersebut didampingi Muhammad Syamsu Alam Darajat, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.
Fenomena yang diamati adalah parade enam planet, yakni Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Peristiwa ini terjadi ketika beberapa planet tampak berbaris di langit jika diamati dari Bumi. Meski sebenarnya tidak berada dalam satu garis lurus, dari sudut pandang pengamat di Bumi posisi planet-planet tersebut terlihat berdekatan dan sejalur di sepanjang jalur ekliptika.
“Parade enam planet ini hanya dapat dinikmati pada waktu tertentu, khususnya menjelang magrib. Ini menjadi momentum yang sangat baik untuk pembelajaran langsung ilmu falak,” ujar Syamsu Alam dalam pemaparannya.
Ia menjelaskan, setiap planet memiliki lintasan orbit dan kecepatan revolusi berbeda dalam mengelilingi Matahari. Pada waktu tertentu, beberapa planet berada pada posisi sudut yang berdekatan sehingga dari Bumi tampak seperti sedang berparade bersama di langit.
Dalam pengamatan tersebut, tidak semua planet dapat terlihat dengan mata telanjang. Venus, Jupiter, dan Saturnus relatif mudah diamati selama kondisi cuaca mendukung. Sementara Uranus dan Neptunus memerlukan alat bantu karena jaraknya sangat jauh dan cahayanya redup.
Namun, kondisi cuaca kurang bersahabat. Awan mendung menyelimuti langit sejak sore hingga hujan mengguyur kawasan Kabupaten Sidoarjo menjelang magrib. Akibatnya, observasi langsung tidak dapat dilakukan secara optimal. Meski demikian, semangat belajar siswa Smamita tidak surut. Kegiatan tetap dilanjutkan secara virtual di Ruang Demokrasi Smamita.
Dalam sesi tersebut, para siswa menyimak pemaparan mendalam tentang parade planet serta berbagai fenomena astronomi lain yang berkaitan dengan Ramadan 1447 Hijriah. Mereka juga diajak memahami keterkaitan ilmu falak dengan penentuan waktu ibadah dalam Islam.
“Saya berharap siswa-siswi Tahfidz Class Smamita mendapatkan pengalaman belajar sains terapan yang nyata. Mereka tidak hanya melihat cahaya di langit, tetapi juga mempraktikkan teori yang dipelajari di kelas, seperti menggunakan aplikasi peta langit, mengenali jalur ekliptika, serta memahami perbedaan cahaya planet dan bintang,” ungkap Syamsu.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran di Smamita tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi selaras dengan tagline belajar di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Sekaligus, kegiatan tersebut menumbuhkan rasa takzim siswa terhadap kebesaran ciptaan Allah Swt. melalui fenomena alam semesta. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments