Forum Komunikasi Angkatan Muda Muhammadiyah (FOKAAM) menyelenggarakan kajian literasi digital pada Selasa (24/2/2026) secara daring melalui platform Google Meet. Kegiatan yang diikuti 20 kader organisasi otonom Muhammadiyah tersebut merupakan program rutin yang telah memasuki pelaksanaan ketiga.
Kajian yang digelar pada bulan Ramadan ini menghadirkan Risma Dewi sebagai pemateri dengan topik literasi digital dan etika bermedia sosial. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi serta mengevaluasi kebenaran berita sebelum membagikannya di ruang digital.
Selain membahas literasi informasi, Risma Dewi juga mengingatkan peserta mengenai aspek keamanan digital.
“Penggunaan kata sandi yang kuat dan aman merupakan salah satu langkah pencegahan terhadap potensi peretasan akun media sosial. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, kesadaran terhadap keamanan data dan identitas digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan media sosial perlu diarahkan pada aktivitas yang memberikan nilai positif.
“Pemanfaatan media sosial hendaknya diarahkan pada kegiatan yang bersifat positif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang diusung oleh Muhammadiyah yang mengedepankan prinsip kemajuan, pencerahan, dan kemaslahatan umat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam ruang digital,” jelasnya.
Seluruh peserta yang merupakan kader ortom Muhammadiyah mengikuti kegiatan hingga selesai dan terlibat dalam sesi diskusi.
FOKAAM merupakan wadah yang mempersatukan generasi muda Muhammadiyah dari berbagai organisasi otonom (ortom), di antaranya Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci, serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) lintas daerah dan lintas hierarki struktural. Forum ini dibentuk sebagai respons atas kebutuhan ruang komunikasi bersama yang mampu mempertemukan kader lintas ortom secara berkelanjutan.
Selama ini, angkatan muda Muhammadiyah aktif bergerak di organisasi masing-masing dengan berbagai program dan kegiatan. Namun, belum terdapat forum bersama yang secara khusus menjadi ruang berkumpul, berdiskusi, serta membangun koordinasi lintas ortom. Berangkat dari kebutuhan tersebut, forum ini dibentuk sebagai sarana komunikasi dan penguatan sinergi antarkader muda Muhammadiyah.
Program kajian literasi digital ini direncanakan terus berlanjut sebagai bagian dari agenda pembinaan kader FOKAAM. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments