Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jaza’ul Ihsan Jombang menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) Tahun Ajaran 2026/2027.
Berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, kegiatan tersebut mengusung tema “FORTASI Asyik Tanpa Sampah, Mengukir Karya, Menjaga Lingkungan Bersama” pada Sabtu (18/7/2026).
Mengusung semangat sekolah ramah lingkungan, FORTASI tidak hanya menjadi ajang pengenalan budaya sekolah dan kehidupan pesantren, tetapi juga sarana menanamkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kepada para santri baru sejak hari pertama mereka menempuh pendidikan.
Dalam sesi edukasi, tim DLH Kabupaten Jombang memberikan materi mengenai pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Para peserta dikenalkan pada pentingnya memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bernilai guna. Materi tersebut dilengkapi dengan praktik sederhana sehingga santri dapat langsung memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua PR IPM MA MBS Jaza’ul Ihsan Jombang, Ibnu Putra Choir, mengatakan bahwa tema FORTASI tahun ini merupakan wujud komitmen IPM dalam membangun budaya sekolah yang bersih, sehat, dan peduli lingkungan.
“Melalui tema FORTASI Asyik Tanpa Sampah, kami ingin mengajak santri baru memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan atau pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah. Dari hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik, kita dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang mengapresiasi inisiatif PR IPM dan MA MBS Jaza’ul Ihsan yang menghadirkan pendidikan lingkungan dalam rangkaian FORTASI. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Wakil Kepala MA MBS Jaza’ul Ihsan Jombang, An Nu’man, SH, menegaskan bahwa pendidikan lingkungan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter santri.
“Santri harus menjadi pelopor perubahan. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari ajaran Islam, karena kebersihan adalah cerminan keimanan dan bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Kami berharap nilai-nilai ini tidak hanya diterapkan selama FORTASI, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari di pondok maupun di masyarakat,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, MA Muhammadiyah Boarding School Jaza’ul Ihsan Jombang berharap para santri baru tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
Sinergi antara PR IPM, pihak sekolah, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu melahirkan gerakan nyata dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, kreatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat FORTASI Tahun Ajaran 2026/2027. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments