Ngawi menjadi saksi ketangkasan ratusan atlet dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci SMP MUTU CUP 1. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam pada (6-7/2/2026) ini sukses menyedot perhatian publik dengan partisipasi sekitar 202 peserta dari sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Ngawi.
Acara ini bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan ajang pembentukan karakter. Dengan format menginap, para atlet muda ini digembleng untuk memperkuat kemandirian dan spiritualitas di sela-sela jadwal pertandingan. Semangat “Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat” terasa kental di setiap sudut sekolah.
Apresiasi IPSI Ngawi dan Harapan Inklusivitas
Hadir dalam acara tersebut, Bapak Purwanto, perwakilan dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ngawi. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang sangat positif bagi pembinaan atlet sejak usia dini.
“Harapannya ke depan tidak hanya event silat Tapak Suci saja, tapi harus melibatkan perguruan silat lain yang ada di wilayah Ngrambe ini,” tegas Pak Purwanto dalam sambutannya.
Pesan ini menegaskan pentingnya sinergi antarperguruan untuk memajukan prestasi bela diri di tingkat lokal.

Penutupan acara ditandai dengan pengumuman perolehan medali yang dinanti-nantikan. SD Muhammadiyah 1 Sine tampil sebagai bintang utama dengan meraih dua predikat sekaligus, sementara gelar pesilat terbaik jatuh ke tangan kontingen Jogorogo.
Berikut adalah daftar lengkap peraih Juara Umum SMP MUTU CUP 1:
- Tingkat Usia Dini:
* Juara Umum 1: SD Muhammadiyah 1 Sine
* Juara Umum 2: MI Muhammadiyah Nglencong
* Juara Umum 3: SD Muhammadiyah 1 Ngawi - Tingkat Pra Remaja: SMP Muhammadiyah 5 Ngawi
* Tingkat Remaja: SMA Muhammadiyah 1 Ngawi - Penghargaan Khusus:
* Pesilat Terbaik: Kontingen SD Muhammadiyah 1 Jogorogo
* Kontingen Terfavorit: SD Muhammadiyah 1 Sine
Pihak SMP MUTU Ngawi menyambut baik masukan dari IPSI dan berkomitmen menjadikan penyelenggaraan tahun pertama ini sebagai evaluasi untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
Dengan suksesnya SMP MUTU CUP 1, Ngrambe kini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat bibit unggul atlet pencak silat. Kegiatan ditutup dengan penyerahan medali dan doa bersama, menandai lahirnya semangat baru bagi para pesilat muda Kabupaten Ngawi.






0 Tanggapan
Empty Comments