Beberapa karakteristik psikologis yang dialami para lansia diantaranya adalah yang pertama, regresif, dan penurunan biologik yang artinya telah terjadi kemunduran fungsi-fungsi tubuh atau kemampuan individu akibat proses penuaan.
Kedua, penurunan fungsi mental dan psikologis artinya pada proses penuaan alami akan mempengaruhi cara berpikir, perasaan atau suasana hati, perilaku, dan kemampuan diri dalam menyesuaikan perubahan hidup nya.
Ketiga, berkurangnya peran sosial artinya menurunnya keterlibatan dan tanggung jawab individu lanjut usia dalam kehidupan sosial, keluarga, maupun masyarakat yang disebabkan adanya perubahan fisik, psikologis, dan sosial disertai dengan adanya proses penuaan.
Pentingnya Pendampingan Lansia oleh Orang Muda
Lansia secara riil baik di dalam keluarga maupun organisasi membutuhkan pendampingan agar secara hati, lansia merasa diperhatikan oleh yang muda, keberadaannya masih dibutuhkan dan kesantunannya menjadi tauladan bagi yang muda.
Output adanya pendampingan bagi lansia adalah agar dapat menemukan kemampuan atau potensi yang masih dimiliki dan secara mandiri dapat dioptimalkan dalam praktik kehidupan para lansia.
Di sela-sela kegiatan, panitia mengajarkan tepuk tangan lansia, agar peserta tidak jenuh dan tepuk lansia dapat dijadikan sebagai penyemangat bagi lansia. Tepuk lansia yang diajarkan bertuliskan;
Tepuk lansia sehat
Aku (prok 3x)
Lansia sehat (prok 3x)
Aktif (prok 3x)
Produktif (prok 3x)
Bahagia (prok 3x)
Selamanya.. yes.. yes..
Kegiatan pendampingan diakhiri dengan timbang badan dan cek kesehatan tekanan darah. Kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar dan disponsori oleh RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, Apotik Ainullah, Lazismu, dan Baznas.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments