Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa Umsida Irji’ Ulchaq Juara 1 Tahfidz 30 Juz Tingkat Internasional

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa Umsida Irji’ Ulchaq Juara 1 Tahfidz 30 Juz Tingkat Internasional
Mahasiswa Umsida juara 1 lomba tahfidz tingkat internasional. Foto: Ist/PWMU.CO
pwmu.co -

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional melalui ajang kompetisi tahfidz Al-Qur’an.

Irji’ Ulchaq, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) semester 4 Umsida, berhasil meraih Juara 1 International Hifz Qur’an Competition kategori 30 juz yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).

Prestasi Internasional yang Tak Disangka

Mahasiswa yang akrab disapa Irji’ itu mengaku tidak menyangka bisa meraih peringkat pertama dalam ajang tahfidz tingkat internasional tersebut.

Baginya, pengalaman mengikuti kompetisi di luar pulau untuk pertama kalinya sekaligus meraih juara menjadi pencapaian yang sangat berkesan.

“Rasa syukur, terkejut, dan bahagia menjadi satu. Karena ini pertama kali saya merasakan lomba di luar pulau, dan langsung juara satu. Bagi saya ini merupakan lonjakan yang sangat besar,” ujar Ketua HIMA PBA periode 2025–2026 itu.

Bersaing dengan Peserta dari 11 Negara

Kompetisi tahfidz tingkat internasional tersebut diselenggarakan oleh UMRI pada 3–4 Maret 2026 secara daring, kemudian dilanjutkan dengan babak final secara luring pada 12–14 Maret 2026 di kampus Universitas Muhammadiyah Riau.

Dalam kompetisi tersebut terdapat dua kategori yang diperlombakan, yakni kategori hafalan 10 juz dan kategori hafalan 30 juz.

Khusus untuk kategori 30 juz, kompetisi diikuti oleh 38 peserta dari berbagai perguruan tinggi yang berasal dari 11 negara.

Setiap kampus mengirimkan satu delegasi terbaiknya untuk berkompetisi dalam ajang tersebut, sementara penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari hafiz internasional dari berbagai perguruan tinggi.

Irji’ yang juga dikenal sebagai atlet Tapak Suci Umsida menyebutkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi ini menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat hafalan Al-Qur’an.

“Tentu tujuan saya mengikuti lomba ini adalah untuk mengasah kemampuan, sekaligus menjadi momentum untuk murajaah dan memperbanyak tilawah di bulan Ramadan,” jelasnya.

Strategi Menjaga Hafalan 30 Juz

Meskipun mengikuti kompetisi internasional, Irji’ mengaku tidak melakukan persiapan khusus secara berlebihan menjelang lomba.

Hal ini karena selama bulan Ramadan ia harus membagi waktu antara kegiatan murajaah, aktivitas organisasi, membantu kegiatan masjid, hingga mempersiapkan kultum serta menjadi imam salat tarawih.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Mahasiswa yang aktif di organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tersebut menuturkan bahwa kunci utama menjaga hafalan adalah konsistensi dalam murajaah yang telah dibangun sejak jauh sebelum mengikuti kompetisi.

Dalam menjaga hafalan Al-Qur’an, Irji’ menerapkan tiga metode utama, yakni tilawah, murajaah, dan istima’.

Untuk tilawah, ia membaca Al-Qur’an minimal 2,5 hingga 3 juz setiap hari. Sedangkan untuk murajaah, ia mengulang ayat atau surat yang dirasa lebih sulit setidaknya satu surat setiap hari.

Selain itu, ia juga rutin melakukan istima’, yaitu mendengarkan murattal Al-Qur’an saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Yang paling penting adalah istima’, yaitu mendengarkan murottal setiap saat saya melakukan aktivitas, dan kadang juga dibantu dengan Airbud,” ungkapnya.

Irji’ juga mengakui bahwa tantangan terbesar selama mengikuti kompetisi adalah menjaga konsistensi dan mengatur waktu dengan baik.

Untuk tetap fokus menjaga hafalan, ia bahkan membatasi beberapa kebiasaan seperti bermain gim atau membuka media sosial secara berlebihan.

Dukungan Kampus dan Teman-teman

Selama mengikuti kompetisi tersebut, Irji’ mengaku mendapatkan banyak dukungan dari lingkungan kampus Umsida.

Dukungan tersebut datang dari teman-teman Program Studi PBA, dosen, serta para pembimbing yang terus memberikan motivasi dan doa.

Selain itu, pihak kampus juga memberikan dukungan berupa bantuan transportasi dan akomodasi selama mengikuti babak final di Riau.

“Alhamdulillah saya mendapatkan banyak dukungan dan doa, terutama dari teman-teman PBA, dosen serta pembimbing saya. Saya juga mendapatkan tunjangan transportasi dan akomodasi ketika berada di Riau,” tutupnya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 16/03/2026 15:00
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡