Kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak usia dini mengantarkan Ahmad Sabian Edriansyah, siswa Excellent Class XI-1 SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), meraih prestasi membanggakan. Ia berhasil menyabet medali emas dalam Olimpiade Sains Pelajar Indonesia (OPINI) 2026 bidang Biologi tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan Generasi Maju Indonesia (Gemanesia), Rabu (4/11/2026).
Prestasi tersebut menjadi buah dari ketekunan, rasa ingin tahu, dan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan yang telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Sabian mengaku sangat antusias sekaligus tidak menyangka ketika mengetahui dirinya berhasil meraih medali emas. Hasil tersebut bahkan berada di luar ekspektasinya.
“Sejujurnya, saya belajar berdasarkan pemahaman yang saya miliki. Namun, alhamdulillah bisa meraih medali emas. Saya sangat bangga sekali bisa sampai di titik ini,” ungkapnya.
Ketertarikan Sabian terhadap olimpiade sains ternyata sudah tumbuh sejak kelas IV sekolah dasar. Saat itu, ia pernah mengikuti kompetisi sains dan berhasil melaju hingga babak semifinal.
Pengalaman tersebut semakin memupuk antusiasmenya untuk mendalami berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama Biologi.
Bagi Sabian, Biologi bukan sekadar mata pelajaran yang harus dikuasai di sekolah. Lebih dari itu, ilmu tersebut memiliki keterkaitan erat dengan cita-citanya untuk berkarier di bidang kesehatan.
“Saya sangat meminati bidang Biologi karena menjadi salah satu pelajaran yang mendukung cita-cita saya sebagai tenaga kesehatan. Selain itu, Biologi mengajarkan kita untuk bersyukur bahwa ciptaan Allah SWT begitu luar biasa. Semakin mendalami ilmunya, semakin besar rasa syukur kita,” tuturnya.
Belajar Bersama Guru dan Teman
Di balik keberhasilan meraih medali emas OPINI 2026, terdapat proses persiapan yang dijalani Sabian secara konsisten. Ia tidak hanya mengandalkan belajar mandiri, tetapi juga aktif berdiskusi dan bertanya kepada guru ketika menemukan materi yang belum dipahami.
Sabian juga mendapat pendampingan khusus dari guru pembimbing olimpiade Biologi, Diah Octavia Andriyani, S.Si. Selain itu, perpustakaan Smamita menjadi salah satu tempat favoritnya untuk belajar dan membaca bersama teman-teman.
Menurutnya, proses belajar akan terasa lebih mudah ketika dilakukan dengan saling berbagi pengetahuan dan pemahaman. Meski demikian, ia meyakini bahwa usaha akademik harus berjalan beriringan dengan ikhtiar spiritual.
“Yang paling berpengaruh tentu doa dan salat kita. Itu yang utama agar diberikan kemudahan oleh Allah Swt,” jelasnya.
Dalam persiapan menghadapi kompetisi, Sabian mengaku menemukan sejumlah materi yang cukup menantang. Beberapa di antaranya adalah pewarisan sifat, metabolisme, dan sistem regulasi.
Tantangannya, sebagian besar materi tersebut belum dipelajarinya secara mendalam di kelas XI karena menjadi pembahasan pada jenjang kelas XII.
Namun, kondisi itu tidak membuatnya menyerah. Ia justru berinisiatif memperbanyak latihan soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Cara tersebut dilakukan agar semakin terbiasa menghadapi beragam tipe pertanyaan dalam olimpiade.
Kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak usia dini mengantarkan Ahmad Sabian Edriansyah, siswa Excellent Class XI-1 SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), meraih prestasi membanggakan. Ia berhasil menyabet medali emas dalam Olimpiade Sains Pelajar Indonesia (OPINI) 2026 bidang Biologi tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan Generasi Maju Indonesia (Gemanesia), Rabu (4/11/2026).
Prestasi tersebut menjadi buah dari ketekunan, rasa ingin tahu, dan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan yang telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Sabian mengaku sangat antusias sekaligus tidak menyangka ketika mengetahui dirinya berhasil meraih medali emas. Hasil tersebut bahkan berada di luar ekspektasinya.
“Sejujurnya, saya belajar berdasarkan pemahaman yang saya miliki. Namun, alhamdulillah bisa meraih medali emas. Saya sangat bangga sekali bisa sampai di titik ini,” ungkapnya.
Ketertarikan Sabian terhadap olimpiade sains ternyata sudah tumbuh sejak kelas IV sekolah dasar. Saat itu, ia pernah mengikuti kompetisi sains dan berhasil melaju hingga babak semifinal.
Pengalaman tersebut semakin memupuk antusiasmenya untuk mendalami berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama Biologi.
Bagi Sabian, Biologi bukan sekadar mata pelajaran yang harus dikuasai di sekolah. Lebih dari itu, ilmu tersebut memiliki keterkaitan erat dengan cita-citanya untuk berkarier di bidang kesehatan.
“Saya sangat meminati bidang Biologi karena menjadi salah satu pelajaran yang mendukung cita-cita saya sebagai tenaga kesehatan. Selain itu, Biologi mengajarkan kita untuk bersyukur bahwa ciptaan Allah SWT begitu luar biasa. Semakin mendalami ilmunya, semakin besar rasa syukur kita,” tuturnya.
Belajar Bersama Guru dan Teman
Di balik keberhasilan meraih medali emas OPINI 2026, terdapat proses persiapan yang dijalani Sabian secara konsisten. Ia tidak hanya mengandalkan belajar mandiri, tetapi juga aktif berdiskusi dan bertanya kepada guru ketika menemukan materi yang belum dipahami.
Sabian juga mendapat pendampingan khusus dari guru pembimbing olimpiade Biologi, Diah Octavia Andriyani, S.Si. Selain itu, perpustakaan Smamita menjadi salah satu tempat favoritnya untuk belajar dan membaca bersama teman-teman.
Menurutnya, proses belajar akan terasa lebih mudah ketika dilakukan dengan saling berbagi pengetahuan dan pemahaman. Meski demikian, ia meyakini bahwa usaha akademik harus berjalan beriringan dengan ikhtiar spiritual.
“Yang paling berpengaruh tentu doa dan salat kita. Itu yang utama agar diberikan kemudahan oleh Allah Swt,” jelasnya.
Dalam persiapan menghadapi kompetisi, Sabian mengaku menemukan sejumlah materi yang cukup menantang. Beberapa di antaranya adalah pewarisan sifat, metabolisme, dan sistem regulasi.
Tantangannya, sebagian besar materi tersebut belum dipelajarinya secara mendalam di kelas XI karena menjadi pembahasan pada jenjang kelas XII.
Namun, kondisi itu tidak membuatnya menyerah. Ia justru berinisiatif memperbanyak latihan soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Cara tersebut dilakukan agar semakin terbiasa menghadapi beragam tipe pertanyaan dalam olimpiade. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments