Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gencatan Senjata AS–Iran Dibayangi Klaim Kemenangan dan Ketegangan Lebanon

Iklan Landscape Smamda
Gencatan Senjata AS–Iran Dibayangi Klaim Kemenangan dan Ketegangan Lebanon
Sejumlah orang berkumpul di Lapangan Revolusi, Teheran, setelah AS dan Iran melakukan gencatan senjata. Foto: BBC Indonesia
pwmu.co -

Kesepakatan gencatan senjata bersyarat selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran membuka peluang menuju perdamaian, meski situasi kawasan masih jauh dari stabil. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut momentum ini sebagai kesempatan nyata untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih luas.

Presiden Donald Trump menegaskan Washington akan bekerja sama dengan Teheran, termasuk dalam pengelolaan material nuklir, serta memastikan tidak ada lagi pengayaan uranium. Ia juga mengklaim sebagian besar poin kesepakatan telah tercapai dan membuka peluang pelonggaran sanksi.

Namun, kedua pihak sama-sama menyatakan kemenangan. Iran menilai keberhasilannya di medan militer akan diperkuat dalam perundingan lanjutan, sementara AS mengklaim telah melumpuhkan kekuatan militer Iran secara signifikan, termasuk penguasaan wilayah udara.

Di sisi lain, situasi di Lebanon justru memanas. Israel menegaskan bahwa gencatan senjata tidak mencakup wilayah tersebut dan melanjutkan operasi militer terhadap Hizbullah. Serangan udara besar dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan padat penduduk di Beirut dan sekitarnya.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam meminta dukungan internasional untuk menghentikan serangan Israel yang dinilai mengabaikan hukum internasional dan membahayakan warga sipil, dilansir dari BBC Indonesia, Kamis (9/4/2026).

Sementara itu, negara-negara Barat menyerukan agar semua pihak mematuhi gencatan senjata, termasuk di Lebanon. Pernyataan bersama dari sejumlah pemimpin Eropa dan Kanada menekankan pentingnya solusi diplomatik demi mengakhiri konflik secara berkelanjutan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Di kawasan Teluk, situasi juga belum sepenuhnya kondusif. Beberapa negara seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain masih melaporkan serangan drone dan rudal, meski gencatan senjata telah diumumkan. Hal ini diduga akibat keterlambatan koordinasi di lapangan.

Perkembangan positif terlihat di Selat Hormuz, di mana aktivitas pelayaran mulai kembali berjalan setelah sebelumnya sempat terhenti. Pembukaan jalur ini menjadi salah satu syarat utama dalam kesepakatan gencatan senjata.

Di balik kesepakatan tersebut, Pakistan berperan sebagai mediator penting yang menjembatani komunikasi kedua pihak. Perundingan lanjutan direncanakan berlangsung di Islamabad dalam waktu dekat untuk memfinalisasi kesepakatan.

Meski demikian, para analis menilai dua pekan ke depan akan menjadi fase krusial. Rendahnya kepercayaan antara AS dan Iran, ditambah perbedaan tajam terkait isu nuklir dan kontrol Selat Hormuz, membuat proses negosiasi diprediksi berjalan sulit. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 09/04/2026 08:02
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡