Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gerakan Tim Pas Mumtas Drajasena Terasa Hidup, Belajar Syukur akan Kemenangan

Iklan Landscape Smamda
Gerakan Tim Pas Mumtas Drajasena Terasa Hidup, Belajar Syukur akan Kemenangan
Tim Pas Mumtas Drajasena melakukan Gerakan selebrasi dengan kompak, hentakan tegas dan penuh kedispilinan dalam lomba baris berbaris tingkat Wilayah Surabaya Pusat di SDN Bubutan IV Surabaya. (Afuw/PWMU.CO)
pwmu.co -

Berbaris rapi itu biasa. Tapi berbaris dengan jiwa, ritme, dan kekompakan yang “ngena” di hati penonton—itu baru luar biasa.

Itulah yang ditunjukkan Tim Pas Mumtas Drajasena SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) saat kembali menorehkan prestasi membanggakan pada Rabu (11/2/2026).

Bertempat di SD Negeri Bubutan IV Surabaya, ajang Lomba Baris Berbaris (LBB) Kreasi Tingkat Wilayah Pusat Kota Surabaya yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya berlangsung meriah.

Sebanyak 8 tim terbaik ikut berkompetisi. Setiap kecamatan mengirimkan dua tim juara (peringkat 1 dan 2) untuk bertarung di level wilayah.

Nantinya, dua tim terbaik dari Surabaya Pusat akan melaju ke tingkat Kota Surabaya pada April 2026 mendatang.

Bagi Tim Pas Mumtas Drajasena, kemenangan ini bukan datang tiba-tiba. Setelah sebelumnya meraih Juara I tingkat kecamatan pada Januari 2026, Tim Drajasena kembali membuktikan bahwa kerja keras, latihan disiplin, dan semangat pantang menyerah memang tidak pernah mengkhianati hasil.

Tim Pas Mumtas Drajasena tampil dengan nomor urut 1. Begitu acara pembukaan selesai, panggilan pertama pun terdengar. “Nomor urut satu, dipersilakan!” Suasana lapangan mendadak senyap. Penonton menahan napas.

Dengan sigap, pasukan kecil itu bergerak cepat memasuki area lomba. Langkah mereka tegas. Pandangan lurus. Bahu tegap.

Lalu, suara Choirunnisa Kaifi Ardana Putri, Komandan Peleton (Danton) menggema lantang: aba-aba demi aba-aba meluncur seperti irama yang sudah tertanam di kepala dan hati seluruh anggota.

Gerakan mereka bukan sekadar kompak, tetapi terasa hidup: setiap hentakan seolah punya pesan, setiap formasi seperti menceritakan kedisiplinan.

Saat kreasi ditampilkan, transisi gerak berlangsung mulus tanpa celah. Tidak ada yang terlambat. Tidak ada yang ragu. Semua serempak—seperti satu tubuh.

Tak heran, dewan juri akhirnya mengganjar Tim Drajasena Mumtas dengan Juara I Lomba Kreativitas Siswa Kategori Baris-berbaris.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Di balik kemenangan itu, pembina ekstrakurikuler Paskibra SD Mumtas, Muhammad Arief, S.T. tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Namun, ia tetap mengingatkan anak-anak didiknya dengan pesan yang menyejukkan.

“Senang boleh secukupnya. Bangga juga boleh, tapi secukupnya. Ada teman-teman yang hari ini belum merasakan kemenangan. Jadi tetap jaga perasaan mereka,” ujarnya.

Muhammad Arief, ST juga menegaskan bahwa kemenangan ini bukan garis akhir.

“Capek kalian selama ini sudah terbayar. Tapi jangan berlebihan. Masih banyak PR. Dewan juri memberi masukan kekurangan yang harus dibenahi agar kalian siap naik level berikutnya,” tambahnya.

Senada dengan itu, M. Khoirul Anam, M.Pd.I. turut menyampaikan pesan penting: agar kemenangan ini tidak membuat anak-anak jumawa.

“Allah tidak menyukai hamba-Nya yang sombong. Prestasi ini harus melahirkan rasa syukur, bukan merasa paling hebat,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pembina, pendamping, serta orang tua yang terus memberi dukungan penuh.

Kini, Tim Pas Mumtas Drajasena melangkah dengan kepala tegak—bukan karena sombong, tetapi karena siap bekerja lebih keras.

Karena bagi mereka, juara bukan sekadar piala. Juara adalah bukti bahwa disiplin, latihan, dan akhlak baik bisa berjalan bersama menuju prestasi.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu