Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tarhib Ramadan di Masjid Al Fatah, UM Indonesia Perkuat Nilai Keislaman Kampus

Iklan Landscape Smamda
Tarhib Ramadan di Masjid Al Fatah, UM Indonesia Perkuat Nilai Keislaman Kampus
Puasa sebagai Jalan Penyucian Jiwa, Pesan Tarhib Ramadan di Masjid Al Fatah UM Indonesia (Achsin El-Qudsy/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana menyambut bulan suci Ramadan berlangsung di Masjid Al Fatah Kampus Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi yang kini bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia). Kegiatan Tarhib Ramadan tersebut menghadirkan tausiyah Ustaz Fahmi Salim dan diikuti civitas akademika kampus.

Ketua panitia, Ikhwan Rahmanto, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan seluruh peserta untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa Tarhib Ramadan menjadi bagian dari upaya menumbuhkan suasana keislaman dan kemuhammadiyahan di lingkungan kampus.

“Ramadan tahun ini kita sambut dengan kegembiraan. Akan ada berbagai kegiatan seperti pesantren Ramadan, salat tarawih berjamaah, lomba MTQ dan pidato bagi siswa SMA/SMK, serta pelatihan zakat,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Wakil Rektor UM Indonesia, Prof. Latipun, dalam sambutannya mengajak civitas akademika untuk bersyukur atas kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa puasa merupakan kewajiban yang dijalankan sebagai bentuk ibadah.

“Tidak menjalankan puasa justru merugi. Ramadan harus diisi dengan peningkatan ibadah dan produktivitas kerja, bukan memperbanyak tidur. Kerja di bulan Ramadan penuh barokah,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus, termasuk dalam hal berpakaian sesuai ketentuan yang berlaku di Universitas Muhammadiyah Indonesia. Selain itu, ia menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat berperan dalam kegiatan dakwah, termasuk di luar negeri.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam tausiyahnya, Ustaz Fahmi Salim menyampaikan penjelasan mengenai makna puasa dalam perspektif ajaran Islam. Ia menjelaskan bahwa puasa mengajarkan kesabaran dan pengendalian diri, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183. Ia juga menyebutkan bahwa ketentuan puasa didasarkan pada dalil Al-Qur’an, sunah, dan ijma ulama.

Menurutnya, puasa memiliki kesinambungan dengan syariat para nabi sebelumnya sebagai bagian dari pendidikan spiritual umat manusia. Mengutip pandangan Syaikh Mahmoud Syaltout, Fahmi menjelaskan bahwa puasa berfungsi sebagai tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa, serta menjadi sarana meningkatkan kualitas spiritual dan ketakwaan.

Ia menambahkan bahwa puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai latihan pengendalian diri dan kesadaran bahwa setiap perbuatan berada dalam pengawasan Allah. Selain berdimensi ruhani, ia menyampaikan bahwa puasa juga memiliki manfaat bagi kesehatan, termasuk membantu proses detoksifikasi tubuh tanpa membahayakan fisik.

Kegiatan Tarhib Ramadan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda kampus dalam menyambut bulan suci Ramadan serta penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan Universitas Muhammadiyah Indonesia. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 12/02/2026 19:57
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu