Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gerhana Bulan Total, Jama’ah Darul Falah Semangat Laksanakan Shalat

Iklan Landscape Smamda
Gerhana Bulan Total, Jama’ah Darul Falah Semangat Laksanakan Shalat
Muhammad Naufal saat berpidato tentang Gerhana usai jama'ah Shalat Khusuf di Masjid Darul Falah Pelangwot Laren, Selasa (03/03/2026). (Zum'atun Kholifah/PWMU.CO).
pwmu.co -

Berbeda dari biasanya, langit menunjukkan sisi gelapnya ketika beberapa saat sebelum masuk waktu magrib.

Fenomena tersebut mengundang puluhan warga Muhammadiyah Pelangwot untuk bergegas menuju Masjid Darul Falah Pelangwot Laren pada Selasa (03/03/2026).

Para jamaah mengindahkan himbauan dari pimpinan Pusat Muhammadiyah. Yakni, seluruh warga Muhammadiyah dianjurkan untuk melaksanakan Shalat Gerhana Bulan Total (GBT) yakni tepat pukul 18.03 WIB, usai ibadah shalat Maghrib.

Kumandang Adzan Maghrib menjadi momentum bahagia yang paling dinantikan Muslim seantero jagad raya, tanda saatnya berbuka puasa (iftar).

Usai beberapa teguk air dan sebiji kurma membasahi urat tenggorokan, para jamaah melanjutkan shalat Maghrib dan ba’diyah.

Santri Pekan Dakwah

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pelangwot, Nur Shohih menjelaskan singkat mekanisme shalat Gerhana Bulan.

Lantas menunjuk Santri Pekan Dakwah Lapangan (PDL) Pondok Pesantren Al-Ikhlas Sedayu Lawas Paciran, Muhammad Naufal, sebagai Imam shalat.

“Para Jama’ah Rahimakumullah setelah shalat Maghrib nanti Monggo kita shalat gerhana bulan. Dimana ini adalah anjuran dari pimpinan Pusat Muhammadiyah, agak kita bisa memaknai bahwa Shalat Gerhana ini adalah termasuk shalat Sunnah sebagai tanda kebesaran Allah” terang Nur Shohih.

“Berbeda dengan shalat wajib, Shalat gerhana ini kita laksanakan sebanyak dua rakaat, empat kali ruku’ dengan durasi ruku’ yang agak lama. Ketika rukuk kita baca tasbih” tegasnya.

Shalat gerhana berlangsung dengan khusyuk, lantunan beberapa ayat panjang di tiap takbiratul ihram terdengar sangat indah dan menusuk kalbu.

Ayat yang dibaca termasuk ayat ayat yang panjang dan tidak mengurangi tumakninah para jamaah termasuk anak anak. Walaupun kondisi perut belum sepenuhnya terisi makanan.

Selepas shalat, Naufal dalam pidatonya menyampaikan bahwa Gerhana bulan adalah fenomena alam dimana karena matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus.

Hal ini membuat bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti bumi atau umbra, sehingga bulan terlihat warna merah pekat.

Selanjutnya sebagai pengingat akan kebesaran Allah, Ustadz Naufal mengutip surat al-anbiya ayat 33:

Iklan Landscape UM SURABAYA

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Artinya: Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

Mengikis Kepercayaan Dinamisme masyarakat Jawa

Sebagian masyarakat Jawa menganggap adanya gerhana bulan karena bulan dimakan buto ijo. Atau saat ada wanita hamil dilarang keluar rumah dengan dalih khawatir anaknya tidak bisa lahir.

Itu semua salah besar dan termasuk syirik. syirik termasuk dosa besar dan tidak terampuni oleh Allah. Gerhana bulan atau matahari itu murni Fenomena alam itulah salah satu tanda kekuasaan Allah, supaya kita senantiasa mengimani dan bertakwa kepada-Nya.

Bahkan ketika Rasulullah Muhammad SAW. masih hidup beliau hanya menjumpai gerhana matahari sekali saja. Yaitu bersamaan dengan wafatnya Ibrahim, Putra kedua Rasulullah SAW.

Lebih lanjut, Allah mempertegas dalam Firman-Nya surat Fusshilat ayat 37:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah menyembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika ialah yang kamu hendak sembah.”

Ayat ini menjelaskan tentang larangan menyembah matahari dan bulan. Sekaligus sebagai penegasan bahwa benda-benda langit tersebut hanyalah makhluk atau ciptaan yang tunduk pada perintah Allah, bukan Tuhan.

Anjuran Saat terjadi Gerhana

Dalam Islam Gerhana adalah momentum untuk meningkatkan ketaatan. Saat terjadi gerhana bulan, umat Muslim disunnahkan untuk melaksanakan tiga hal:

  1. Melaksanakan Salat Khusuf (Salat Gerhana Bulan).
  2. Memperbanyak zikir, doa, dan istigfar.
  3. Bersedekah sebagai bentuk rasa syukur atas keteraturan alam semesta.

Di Puncak tausiyahnya, Naufal mengajak para jamaah untuk menata iman dan takwa kepada Allah. Bahwa hanya kepada Allah lah kita semua berserah diri.

Kesimpulannya jika bumi tidak memiliki atmosfer, bulan akan tampak gelap gulita (hitam) saat gerhana total.

“Matahari dan bulan tidak pernah saling mendahului. Gerhana adalah bukti betapa rapinya skenario Allah dalam mengatur alam raya”.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu