Takwa dan syukur bukan sekadar ajaran normatif dalam Islam, melainkan kunci utama meraih pertolongan Allah, ketenangan hidup, serta balasan surga. Al-Qur’an dan hadits menegaskan bahwa orang yang bertakwa akan selalu dalam penjagaan Allah, sementara mereka yang bersyukur akan memperoleh tambahan nikmat dan keberuntungan, baik di dunia maupun di akhirat.
Pentingnya takwa sudah diamanatkan oleh Allah, salah satunya melalui QS. Maryam ayat 63: “Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba- hamba Kami yang selalu bertakwa.”
Betapa pentingnya takwa bagi umat muslim, sampai- sampai Allah Wa Ta’ala menjanjikan balasan surga bagi hamba-Nya yang memilih jalan taqwa dalam menjalani kehidupannya.
Jadi, apa sebenarnya urgensi taqwa bagi umat manusia, sehingga Allah Wa Ta’ala sangat serius memperingatkan manusia untuk menjadi orang yang bertakwa?
Allah Wa Ta’ala berfirman dalam QS. al-Baqarah ayat 194: “Bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa”.
Dari ayat tersebut jelas tergambar bahwa urgensi takwa bagi manusia ialah agar Allah Wa Ta’ala selalu bersama kita dalam setiap langkah kehidupan. Karena dengan bekal takwa, kita akan mendapatkan bantuan dan pertolongan dari Allah Wa Ta’ala.
Dalam salah satu hadis disebutkan: “Sungguh ajaib mukmin itu. Apa saja yang terjadi itulah yang terbaik untuknya. Semua itu hanya ada pada diri seorang mukmin. Jika ia mendapat kegembiraan ia bersyukur dan itu yang terbaik untuknya. Dan jika ia mendapat kesedihan ia bersabar dan itu juga yang terbaik untuknya.” (HR. Muslim).
Ciri utama seorang mukmin sejati ialah taat total kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulnya dan senantiasa menjaga spirit ishlah atau membina hubungan baik dan damai dan bertakwa hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Tidaklah nama Allah Yang Maha Agung disebutkan, kecuali hatinya bergetar karena takut kepada adzab-Nya dan rasa harap memperoleh ampunan dan Rahmat-Nya.
Selain bekal takwa, umat muslim juga harus menjadi hamba dan umat yang pandai bersyukur. Sama dengan taqwa, orang yang senantiasa bersyukur atas segala ketetapan Allah akan beruntung di dunia maupun di akhirat.
Allah Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Ali-Imran, ayat 144 berikut ini: “Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”
Dalam Tafsir Al-Wajiz dijelaskan bahwa ayat tersebut turun saat beredar berita bahwa Nabi gugur dalam Perang Uhud, pasukan muslim yang imannya lemah meninggalkan medan perang bahkan ada yang kembali kafir dan minta perlindungan Abu Sufyan, pemimpin pasukan kafir.
Allah kemudian mengingatkan bahwa Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam hanyalah seorang Rasul yang suatu saat pasti akan meninggal dunia sebagaimana sebelumnya telah berlalu, yakni telah meninggal dunia, beberapa rasul baik karena terbunuh atau sakit biasa.
Apakah jika dia wafat atau dibunuh lalu kamu berbalik ke belakang meninggalkan Islam dan menjadi murtad?
Barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun, tetapi ia sendiri yang akan rugi dan celaka karena kembali kepada kesesatan.
Allah Wa Ta’ala akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur, yang tetap mempertahankan iman dan melaksanakan tugas dengan baik dalam situasi terancam sekalipun.
Takwa dan rasa syukur kepada Allah Wa Ta’ala harus menjadi bekal utama dalam kehidupan, agar Allah Wa Ta’ala senantiasa menjaga dan bersama langkah hidup kita.
Selain itu, takwa dan syukur merupakan predikat agung yang disematkan oleh Allah Wa Ta’ala kepada hambanya yang senantiasa bersandar dan berharap hanya kepada-Nya.
Semoga kita selalu dalam bimbingan dan perlindunganNya dan selalu berada dalam ketaatan dan ketaqwaan, sehingga kita mendapatkan balasan yang terbaik dari Allah Wa Ta’ala, yaitu surga yang abadi.
Aamiin yaa rabbal ’alaamiin. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments