Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru Besar Keperawatan Jiwa, Prof. Mundakir Tegaskan Pentingnya Pendekatan Berbasis Komunitas

Iklan Landscape Smamda
Guru Besar Keperawatan Jiwa, Prof. Mundakir Tegaskan Pentingnya Pendekatan Berbasis Komunitas
Prof. Dr. Mundakir. Foto: Umsura
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) kembali menorehkan prestasi akademik membanggakan. Rektor Umsura, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep, resmi meraih jabatan akademik tertinggi Guru Besar dalam bidang Ilmu Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat.

Capaian ini tidak hanya menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik pribadi, tetapi juga memperkuat posisi Umsura sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan akademisi unggul dan berdaya saing nasional.

Jabatan Guru Besar merupakan puncak tertinggi dalam jenjang karier dosen, yang diraih melalui proses panjang, ketat, dan berbasis karya ilmiah serta kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi, dedikasi, dan komitmen kuat Mundakir dalam mengembangkan keperawatan kesehatan jiwa berbasis masyarakat, sebuah bidang yang kian relevan di tengah tantangan kesehatan mental saat ini.

Sebagai akademisi, Mundakir dikenal aktif dalam penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan jiwa, khususnya di tingkat komunitas.

Keilmuannya berkontribusi langsung dalam menjembatani pendekatan klinis, sosial, dan kultural dalam praktik keperawatan.

Selain mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Prof. Mundakir juga dipercaya sebagai bagian dari Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Peran ganda ini menempatkannya tidak hanya sebagai pemimpin akademik, tetapi juga sebagai penggerak kebijakan dan pengembangan layanan kesehatan Muhammadiyah di tingkat wilayah.

Atas gelar Guru Besar ini, peran strategis Prof. Mundakir semakin kuat dalam mendorong sinergi antara dunia akademik, layanan kesehatan, dan gerakan dakwah sosial Muhammadiyah, khususnya dalam isu kesehatan jiwa masyarakat yang membutuhkan pendekatan holistik dan berkelanjutan.

Menanggapi capaian tersebut, Prof. Mundakir menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa gelar Guru Besar bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar.

“Ini bukan sekadar capaian personal, tetapi amanah keilmuan yang harus dipertanggungjawabkan. Guru Besar berarti harus semakin produktif meneliti, menulis, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kesehatan jiwa masyarakat menjadi isu krusial di era modern. Tekanan sosial, perubahan gaya hidup, serta tantangan ekonomi dan digitalisasi berdampak signifikan terhadap kondisi mental masyarakat.

“Pendekatan kesehatan jiwa tidak bisa hanya klinis. Harus berbasis komunitas, melibatkan keluarga, lingkungan sosial, serta pendekatan budaya dan spiritual. Di sinilah peran keperawatan kesehatan jiwa masyarakat menjadi sangat strategis,” tambahnya.

Mundakir juga berharap pencapaian ini dapat memotivasi para dosen untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik dan produktivitas riset.

“Kampus harus menjadi pusat lahirnya gagasan dan solusi. Kita ingin Umsura semakin kuat dalam budaya riset, kolaborasi, dan inovasi, khususnya dalam bidang kesehatan,” tegasnya.

Capaian akademik tertinggi ini menjadi sumber inspirasi bagi dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika Umsura.

Prestasi Prof. Mundakir menegaskan bahwa kepemimpinan di perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kemampuan manajerial, tetapi juga dari keteladanan dalam bidang keilmuan dan produktivitas akademik.

Lebih dari itu, keberhasilan ini diharapkan mampu mendorong budaya riset yang kuat, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak luas, sejalan dengan nilai-nilai Islam berkemajuan yang menjadi ruh Muhammadiyah.

Civitas akademika Umsura menyampaikan ucapan selamat dan doa atas capaian tersebut.
Semoga Prof. Mundakir senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam mengemban amanah keilmuan, serta terus berkontribusi bagi pengembangan ilmu keperawatan, peningkatan mutu pendidikan tinggi, dan kemaslahatan umat serta bangsa. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu