Puluhan guru dan karyawan dari gabungan beberapa SD negeri dan swasta se-gugus mengikuti kegiatan Halalbihalal dan Silaturahmi Gugus Nilasuwarna.
Agenda ini berlangsung di Aula SDN 2 Kepanjenlor, Jalan Semeru, Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, pada Sabtu (11/04/2026).
Kegiatan yang terinisiasi panitia gabungan perwakilan pendidik dari sekitar lima sekolah ini terhadiri sekitar 81 undangan.
Para peserta hadir dengan dresscode muslim bernuansa putih krem, dengan pilihan baju koko atau kemeja, gamis putih krem, serta jilbab keki muda. Acara mengusung tema Menguatkan Kebersamaan Dalam Kehangatan Idul Fitri.
Pererat Silaturahmi Antar Pendidik
Lebih lanjut, para Guru dari SD Muhammadiyah Kota Blitar (SD Muhtar) turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kepala SD Muhtar, Tiwik Kusrini SPd juga hadir dan menyampaikan bahwa pihaknya mengirimkan para guru untuk mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi antar pendidik.
“Kami mengirimkan para guru untuk hadir dalam acara ini. Jenis kegiatan seperti ini merupakan yang perdana diadakan di gugus” ujarnya.
Istilah Nilasuwarna yang menjadi nama gugus memiliki makna filosofis. Nila berarti nilai atau sesuatu yang berharga, sedangkan suwarna berarti emas.
Nilasuwarna bermakna nilai-nilai luhur yang sangat berharga layaknya emas, yang menjadi dasar kebersamaan dan kolaborasi antar pendidik dalam gugus tersebut.
Rangkaian kegiatan berawal dengan agenda pra acara berupa tampilan seni suara lagu oleh perwakilan murid dari beberapa sekolah.
Memasuki acara inti, kegiatan terbuka secara resmi, dan berlanjut dengan pembacaan Al-Qur’an, sambutan Ketua Panitia sekaligus Ketua Gugus. Kemudian sambutan Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Kota Blitar, foto bersama, Tausiyah, doa bersama, penutup, dan ramah tamah.
Apresiasi Kabid Tendik
Dalam sambutannya, Kabid Tendik Kota Blitar, Muhammad Arifin MPd menyampaikan ucapan Idul Fitri sekaligus pesan penting tentang kebersamaan komunitas guru.
“Atas nama pribadi dan Dinas Pendidikan Kota Blitar, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita menjadi manusia yang kembali suci” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa proses peningkatan mutu pendidikan harus berbasis pada komunitas. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata penguatan komunitas guru.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam komunitas. Ada hari belajar guru yang bisa dimanfaatkan tanpa harus mengorbankan jam belajar siswa. Pertemuan KKG per kelas mohon lebih ditata jadwalnya. Bukan aku tapi kita, itulah semangat yang harus kita pegang” tegasnya.
Muhammad Arifin juga menyampaikan bahwa salah satu SD di gugus ini akan bekerja sama dengan Australia dalam bidang pendidikan inklusi. Hal tersebut dinilai sebagai keberhasilan bersama Gugus Nilasuwarna sekaligus kebanggaan Kota Blitar.
Dalam kesempatan itu juga tersampaikan tentang Program Mantra Loka. Mantra merupakan langkah-langkah model pembelajaran, sedangkan Loka berarti kearifan lokal.
Program ini mendorong guru mengembangkan model pembelajaran berbasis kearifan lokal yang terstruktur dan aplikatif di kelas.
Ia juga menambahkan bahwa guru SLB memiliki peran penting dalam berbagi ilmu tentang pendidikan luar biasa kepada guru-guru di sekolah reguler dalam forum komunitas seperti ini.
Kegiatan yang berawal pukul 07.30 WIB tersebut berlangsung penuh kehangatan. Seluruh peserta hadir dengan penuh keikhlasan untuk saling memaafkan, mempererat ukhuwah, dan memperkuat kebersamaan antar pendidik di lingkungan Gugus Nilasuwarna Kota Blitar.





0 Tanggapan
Empty Comments