Perayaan Milad Muhammadiyah ke-113 di Krian tahun ini membawa suasana penuh syukur dengan disampaikannya kabar baik dari keluarga Muhammad Muksin dan Suwarti di Jatikalang, RT 6 RW 2. Melalui putrinya, Tri Ida Wahyuni Ningsih, keluarga besar tersebut menyatakan niat menghibahkan sebidang tanah kepada Muhammadiyah.
Tri Ida menjelaskan bahwa tanah yang dihibahkan saat ini tercatat atas nama Mohammad Syaifulloh, putra pertama dari pasangan Muhammad Muksin–Suwarti. Namun tanah itu merupakan bagian harta keluarga yang telah lama diamanahkan untuk kepentingan umat.
“Hibah ini adalah keinginan orang tua kami sejak lama. Alhamdulillah semua anak sudah mendapatkan bagian masing-masing, sehingga tanah ini kami khususkan untuk dihibahkan,” ujarnya.
Keinginan untuk memberikan hibah sebenarnya telah direncanakan sejak 2012. Saat itu keluarga sempat mempertimbangkan untuk membangun mushala. Namun setelah melihat di lingkungan sekitar sudah terdapat dua masjid dan beberapa mushala yang jaraknya berdekatan, rencana tersebut tidak dilanjutkan.
“Ini bukan soal biaya—insyaallah kami mampu. Tetapi kami memikirkan manfaatnya. Kami ingin hibah ini benar-benar digunakan secara optimal untuk umat,” kata Tri Ida.
Hibah ke Muhammadiyah
Mengenai pilihan menyerahkan hibah kepada Muhammadiyah, Tri menjelaskan bahwa keputusan itu dilandasi keyakinan atas amanah dan profesionalitas pengelolaan Muhammadiyah.
“Keluarga besar kami memang beragam latar belakangnya, tapi saya pribadi sejak kecil dekat dengan kegiatan Muhammadiyah. Kami melihat Muhammadiyah amanah dan konsisten dalam dakwah. Itu yang membuat kami mantap,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tanah tersebut tidak memiliki nilai sejarah tertentu, namun keluarga justru ingin menjadikannya sebagai ladang amal jariyah.
“Daripada nanti digunakan untuk hal lain yang kurang bermanfaat, lebih baik dihibahkan. Semoga menjadi pahala yang terus mengalir dan memberi manfaat luas,” tuturnya.
Menutup penuturannya, Tri Ida menyampaikan doa khusus untuk Muhammadiyah pada milad ke-113 ini.
“Semoga Muhammadiyah semakin maju, semakin bermanfaat, dan terus menjadi pelopor gerakan kebaikan bagi umat,” tuturnya.
Hibah dari keluarga besar Muhammad Muksin ini menjadi hadiah berharga pada Milad Muhammadiyah ke-113—sebuah contoh nyata bahwa kebaikan yang dilakukan dengan keikhlasan akan terus mengalir tanpa batas waktu. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments