Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hadiah Ulang Tahun, Ibu Ini Mantap Ucapkan Syahadat

Iklan Landscape Smamda
Hadiah Ulang Tahun, Ibu Ini Mantap Ucapkan Syahadat
Proses pensyahadatan ibu Maria Margaretha Suliana di Masjid Assalam Arjosari oleh Tejo Marzuki. (Fatihul Abror/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebuah momen mengharukan terjadi di Masjid Assalaam, Jumat (29/8/2025). Maria Margaretha Suliana, wali murid SD Muhammadiyah 3 Assalaam Malang, mantap mengucapkan dua kalimat syahadat tepat di hari ulang tahun putranya, Krisna, siswa SD Mumtas. Prosesi sakral itu disaksikan keluarga besar Assalaam dan dihadiri Mualaf Center Nasional Ayasofya.

Keputusan Maria menjadi mualaf tidak datang tiba-tiba. Ia lahir dan besar di keluarga Katolik yang taat, dengan empat saudara kandung yang juga beragama sama. Namun, sejak Krisna bersekolah di SD Muhammadiyah 3 Assalaam, keinginan untuk mengenal Islam perlahan tumbuh. Terlebih, ia melihat bagaimana pendidikan berbasis Al-Quran memberi pengaruh positif pada perkembangan putranya.

Yang membuatnya semakin mantap adalah permintaan sederhana sang anak. Saat ditanya hadiah apa yang diinginkan di hari ulang tahunnya, Krisna menjawab, “Kado terindah untuk saya adalah Ibu masuk Islam.” Jawaban itu menjadi titik balik yang tak terlupakan bagi Maria.

Beberapa bulan sebelum hari istimewa itu, Maria intens berkomunikasi dengan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 3 Assalaam, Syai’in Kodir, terkait niatnya bersyahadat. Ia juga rajin bertanya mengenai dasar-dasar Islam, mulai tata cara shalat hingga makna syahadat.

Syai’in Kodir menyampaikan rasa syukur atas keputusan tersebut. “Alhamdulillah, ini adalah nikmat besar. Kami hanya menjadi jalan kecil, semua hidayah datang dari Allah. Semoga Ibu Maria istiqamah dalam Islam dan menjadi teladan bagi anak-anak,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dalam prosesi singkat, dengan suara lantang dan penuh haru, Maria mengucapkan syahadat dibimbing ustadz Tedjo Marjuki. Sementara saksi syahadat adalah ustadz Ipung Atria dari Mualaf Center Nasional Ayasofya. Tangis haru pecah, bukan hanya dari Maria dan keluarganya, tetapi juga dari guru serta wali murid yang hadir.

Seusai prosesi, ustadz Ipung Atria menyampaikan apresiasi. “Hari ini saya di sini terkait pensyahadatan seorang mualaf yang kebetulan wali murid SD Muhammadiyah 3 Assalaam. Saya benar-benar respect sekali dengan sekolah ini, karena sekolah ini menjunjung tinggi toleransi dengan setinggi-tingginya, mau menerima orang non-Muslim untuk menyekolahkan anaknya di sini,” ujarnya.

Kini perjalanan baru dimulai. Maria berharap bisa terus belajar Islam, mendampingi putranya dengan iman yang sama, dan menjadikan momentum ulang tahun anaknya sebagai tonggak perubahan terbesar dalam hidupnya. Ia percaya, langkah kecil ini akan menjadi awal dari kehidupan yang lebih bermakna. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu